Korban ditemukan pertama kali sekitar pukul 13.30 WIB oleh seorang tukang becak bernama Antok yang menunggu penumpang di Primagama, bersebelahan dengan lokasi kejadian.
Antok curiga karena suasana lokasi yang merupakan tempat penjualan kayu balok itu sepi. Antok yang masuk ke dalam gubug tersebut terkejut karena melihat korban bersimbah darah dengan baju tersingkap dan ditutup sajadah. Ia langsung memanggil suami korban, Sumarno di rumahnya, Jalan Purwomukti Barat II.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bermula dari ibu Suparti penjual kayu yang jam 12.00 WIB ditinggal salat rutin di rumah. Kemudian ditemukan dalam kondisi berlumuran darah," kata Burhanudin di lokasi kejadian, Sabtu (18/4/2015).
Hingga petang ini lokasi kejadian masih dilakukan olah TKP oleh tim Inavis Polrestabes Semarang. Kerabat korban yang datang langsung menangis histeris dan memeluk Sumarno yang sedang dimintai keterangan polisi. Sedangkan jenazah masih di lokasi.
"Bajunya tersingkap. Barang yang hilang dompet, tapi isinya belum diketahui," tandas Kapolrestabes.
Anjing pelacak juga dikerahkan dalam olah TKP tersebut dan berjalan bolak-balik dari gubug kayu itu ke arah Timur di Jalan Brigjend Sudiarto. Kemacetan di jalan raya juga terjadi sepanjang 2 KM bahkan merambat ke Jalan Fatmawati dan Jalan Soekarno-Hatta.
(alg/gah)











































