Kabut Asap Ancam Penerbangan di Bandara Tabing-Padang

Kabut Asap Ancam Penerbangan di Bandara Tabing-Padang

- detikNews
Sabtu, 12 Feb 2005 11:56 WIB
Padang - Kabut asap yang menyelimuti sebagian besar wilayah Sumatera Barat (Sumbar) sejak beberapa hari terakhir, mengancam aktivitas penerbangan di Bandara Tabing, Padang. Berdasarkan pantauan Badan Meterologi dan Geofisika (BMG) Tabing Padang, jarang pandang terjauh saat ini hanya mencapai tiga sampai empat kilometer.Situasi seperti ini sudah mendekati ambang batas pandangan pilot untuk melakukan pendaratan pesawat. Bila jarak pandang mencapai di bawah tiga kilometer, pesawat terancam tidak bisa landing. Hingga kini, sistem pendaratan di Bandara Tabing masih mengandalkan jangkauan pandangan pilot," ujar kepala BMG Tabing Padang, Emrizal, ketika dihubungi detikcom, Sabtu (12/2/2005).Dikatakan Emrizal, kabut asap terlihat lebih tebal lagi di beberapa kota lainnya di Sumbar, terutama yang terletak di bagian Utara dan Selatan Sumbar seperti Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok. "Hal itu disebabkan karena pergerakan angin saat ini beranjak dari arah Timur Laut menuju Utara Sumatera. Sekali lagi saya mengingatkan para pengguna jalan raya untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi kecelakaan," ujarnya.Sementara itu, sejumlah nelayan yang ditemui detikcom mengaku batal pergi melaut karena pendeknya jarak pandang. "Bukan hanya kami, banyak nelayan lain yang juga batal melaut karena tebalnya kabut asap ini. Daripada menghabiskan minyak, lebih baik kami istirahat di rumah," ujar salah seorang nelayan, Syaf (43), ketika ditemui detikcom sedang membereskan peralatan pukatnya di Pantai Purus Padang, Sabtu (12/2/2005).Akibat serangan kabut asap tersebut, suhu di Sumbar terasa lebih panas bila dibandingkan kondisi normal. Di kota Padang, sejumlah warga mengaku gerah dan pengap karena peningkatan suhu dan tebalnya kabut asap tersebut. Bahkan, beberapa diantaranya mengaku mengalami gangguan kesehatan seperti batuk dan mata perih.Sebelumnya, Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) Sumbar, Isrin Agoes, mengatakan kabut asap yang meresahkan warga tersebut berasal dari provinsi Jambi dan Riau. Dikatakannya, kabut asap karena pembakaran lahan di dua provinsi tersebut sudah sering terjadi sebelumnya."Kita sudah berulangkali mengimbau Pemda setempat untuk lebih serius menangani hal ini namun sepertinya kurang digubris," demikian Isrin Agoes. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini