Presiden Joko Widodo sendiri mengharapkan, pertemuan ini bisa mewujudkan tatanan dunia yang seimbang dan adil. Hal itulah yang nanti diharapkan diesepakati oleh para negara peserta KAA.
"Kita nanti akan ada 3 dokumen. Itulah yang akan mencerminkan masalah harapan dari Asia Afrika untuk tatanan dunia yang lebih adil dan seimbang," ujar Retno saat meninjau kesiapan KAA di Gedung Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (18/4/2015).
60 tahun silam, pertemuan serupa menghasilkan salah satu dokumen yang dikenal dengan nama Dasasila Bandung. Yang salah satu poinnya adalah menolak penjajahan. Nah, sekarang zaman telah berubah. Dokumen apa yang akan dihasilkan?
"Yang kita lihat adalah, kalau tahun 1955 musuh terbesar kita adalah kolinialisme. Kita juga akan lihat musuh terbesar kita sekarang itu apa," kata Retno.
(rjo/aws)











































