"Waktu itu 2005 itu keadaan dunia agak lebih tenang. Sekarang keadaan dunia, di Asia khususnya, suasananya berbeda. 10 tahun lalu peringatannya menonjol, tahun ini solusinya yang harus kita tonjolkan," kata Wapres Jusuf Kalla usai meninjau persiapan pelaksanaan KAA di JCC, Jakarta Pusat, Sabtu (18/4/2015).
Menurut JK, kondisi politik dan keamanan di wilayah kawasan Timur Tengah akhirnya menjadi sorotan dalam pertemuan ini. Berbeda dengan tahun 2005, konflik di Yaman dan wilayah Timur Tengah lainnya kali ini akan dibahas.
"Sekarang keadaan dunia, di Asia khususnya, suasananya berbeda. Jadi kebutuhan kita untuk bertemu itu lebih mempunyai visi, diharapkan lebih banyak memberi peringatan," terangnya.
Sebagai ketua delegasi dari Indonesia, JK mengatakan peringatan KAA ke-60 ini harus membawa pesan pada dunia tentang kemanusiaan dan perdamaian serta keadilan di dunia. Pudarnya kesetaraan antar negara yang terjadi saat ini membuat banyak peperangan di beberapa belahan dunia.
"Sekarang ini terjadi di antara kita ini karena semua tingkat perdamaian itu baru bisa kalau ada equality. Ada persamaan yang baik, kemakmuran yang baik dan merata. Apa pun kita mau kalau tidak ada equality ya tidak ada kemajuan bersama. Lama-lama tidak ada apa-apa. Kemakmuran di timur tengah begitu," pungkasnya.
Saat ini sudah ada 28 kepala negara yang terkonfirmasi akan hadir dalam rangkaian acara KAA di Bandung dan Jakarta. 109 delegasi rencananya akan hadir dengan rincian 86 kontingen dari Asia Afrika, 14 orang observer dan 8 organisasi internasional.
(bil/aws)











































