Namun menurut warga sekitar yang bekerja sebagai juru parkir, Ujang, para pedagang batu akik bermobil pribadi selalu menjamur tiap akhir pekan. Mereka pun rela menginap 2 hingga 3 malam untuk berjualan.
"Mobil-mobil itu biasanya ramai pas malam Jumat sama malam Sabtu, ada juga yang sampai malam Senin masih jualan," kata Ujang saat ditemui di dekat Pasar Batu Akik Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (18/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang bawa istrinya sama anaknya, ada juga yang sendirian datang ikut kenalannya yang sudah jualan di sini," ujar Ujang.
Ujang menambahkan, para pedagang batu akik bermobil itu tak hanya datang dari sekitar Jakarta, tapi juga dari luar Pulau Jawa. Mereka rela menginap di dalam mobil hanya untuk meraup keuntungan dari batu akik yang mereka ambil di tempat asalnya.
"Batu-batu mentah biasanya dijual mereka, dibawa dari kampungnya. Itu kebanyakan dari luar Jawa, Sumatera kayak Lampung malah ada yang dari Aceh. Katanya lebih gampang jualnya di sini," ucap Ujang.
Namun siang ini, hanya tampak selusinan mobil bak terbuka yang berjualan di gang-gang sekitar jalan utama. Hanya ada 2 unit mobil pribadi yang dijadikan lapak batu akik di gang tersebut.
"Ini ada razia aja, habis Zuhur balik mereka itu. Bisa penuh dari stasiun (Jatinegara) sampai belokan itu," tutup Ujang.
(vid/gah)











































