"Sebanyak 80 persen masalah ada di hulu," kata Nusron dalam diskusi 'Elegi untuk TKI' di DoubleTree, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (18/4/2015).
Menurut Nusron, mayoritas TKI yang diberangkatkan adalah mereka yang belum siap. Mereka yang tidak dibekali dengan kemampuan yang cukup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asimetrik informasi selanjutnya bisa menimbulkan asimetrik ekspektation. Di mana majikan mengharapkan TKI bekerja dengan produktif, sedangkan TKI mengharapkan diberi gaji yang tinggi.
Nusron menyatakan, sejak ia menjabat sebagai Kepala BNP2TKI belum diberlakukan adanya pengawasan terpadu terkait TKI yang diberangkatkan. "Misal PT Yusri kirim orang, nah itu pengawasnya tidak jelas," jelasnya.
"TKI kita juga kalau mau berangkat tidak ada psikotes dulu. BNP2TKI tidak berwenang untuk memerintahkan itu. Itu diatur dalam UU. Kalau ada regulasinya kita siap melaksanakan," tutur Nusron.
(rna/kha)










































