"Alternatif lainnya memang bisa di Palembang kalau (di Halim) tidak muat," ungkap Kadispen TNI AU Marsma Hadi Tjahjanto saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (17/4/2015).
Di Halim sendiri menurut Hadi paling tidak bisa menampung kurang lebih 10 pesawat kepala negara, baik di apron Terminal Haji atau di apron utama. Jika nanti ada banyak pesawat kenegaraan yang datang, maka TNI AU akan mengarahkan sebagian untuk mengantar jemput kepala negara di Halim dan memarkir pesawatnya di Lanud Palembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alternatif Palembang sendiri dipilih karena lokasi Lanud paling dekat dari Jakarta. Hingga saat ini data yang diterima TNI AU untuk kepala negara yang membawa pesawat kenegaraan tidak lebih dari 10.
"Lanud di Palembang soalnya terdekat dari Jakarta. Sampai saat ini nggak sampai 10 ya, tapi nanti mungkin masih ada perubahan. Tapi semua sudah bisa diatur," tutur Marsekal Bintang 1 itu.
Sebelumnya Wapres Jusuf Kalla mengatakan, alternatif tersebut juga dilakukan saat peringatan KAA pada tahun 2011. Sejumlah jet pribadi kepala negara diparkirkan di Palembang.
"Sudah pernah dulu tahun 2011 saat KTT. Dulu (saat KTT) juga pernah dipindahkan ke Palembang parkirnya. Sama juga kayak kita ke luar negeri kalau penuh diparkir di airport yang terdekat," jelas JK di kantornya, Jumat (17/4).
(ear/kha)











































