Para warga mendemo satgas karena mengaku keberatan dengan ditutupnya perusahaan perikanan PT Dwi Karya Reksa Abadi. Menurut warga, dengan ditutupnya PT Dwi Karya sangat memberatkan kehidupan warga daerah Wanam.
"Semenjak ditutupnya perusahaan ini, kami merasa kekurangan pendapatan. Barang-barang kami tidak laku karena perusahaan sudah tidak beraktivitas," ujar warga, Benedictus, saat demo di depan Kantor Dwi Karya, Wanam, Rabu (15/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendapat sambutan yang kurang mengenakan, tim Satgas yang dipimpin Yunus Husein, langsung menanggapi keinginan warga. Yunus langsung mengajak warga untuk berembuk di kantor Balai Desa Wagolek.
"Kami akan tampung semua aspirasi di sini dan akan kami carikan solusi. Kami di sini tidak bisa memberikan kepastian untuk membuka perusahaan atau menutupnya, karena kami akan membahasnya supaya tidak ada yang dirugikan," ujar Yunus.
Yunus juga meminta masyarakat paham terhadap langkah pemerintah. Menurutnya, langkah yang dilakukan pemerintah demi menyelamatkan para nelayan pribumi.
"Jadi selama ini banyak nelayan asing yang memanfaatkan laut kita. Mereka mulai menangkap dan mengelola lebih banyak mereka. Sedangkan nelayan kita tidak mendapat apa-apa, itulah yang akan kita perbaiki," ujarnya.
Mendapat paparan dari Yunus dan timnya, para warga akhirnya paham dengan maksud pemerintah. Warga pun membubarkan diri dengan cara tertib. Aksi demo berlangsung tertib dan aman.
(rvk/kha)











































