Kemdikbud: Belum Tentu Pelaku yang Bocorkan soal UN dari Percetakan Negara

Kemdikbud: Belum Tentu Pelaku yang Bocorkan soal UN dari Percetakan Negara

- detikNews
Jumat, 17 Apr 2015 18:51 WIB
Kemdikbud: Belum Tentu Pelaku yang Bocorkan soal UN dari Percetakan Negara
Jakarta - Sebanyak 30 paket soal Ujian Nasional (UN) dari 11.730 paket soal UN tingkat SMA bocor ke publik‎. Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah, Anies Baswedan menyebut 30 paket soal itu dicetak di Percetakan Negara.

Kemdikbud yang tak ingin kejadian seperti ini terulang kembali pada UN tingkat SMP telah meminta Bareskrim Polri untuk melakukan penanganan. Selain itu, pihak kementerian menyebut tak mungkin memindahkan ke percetakan lain lantaran waktu yang pendek.

"Kami juga sudah meminta Bareskrim mengamankan Percetakan Negara karena nggak mungkin juga kita pindahkan ke percetakan lain soalnya waktunya pendek," ucap Kepala Puspendik Balitbang Kemdikbud, Nizam di kantornya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka juga sudah mencetak, jadi kita pastikan‎ adalah kejadiannya tidak terulang lagi. Pengamanannya juga akan diperketat," imbuh Nizam.

Pihak Kemdikbud juga tidak serta merta menuding Percetakan Negara yang menjadi pembocor soal UN tersebut. Namun semua proses hukum diserahkan ke pihak kepolisian.

"Kan belum tentu yang melakukan memang orang percetakan itu, bisa saja ada oknum. Bisa saja percetakan itu malah jadi korban," kata Nizam.

Sebelumnya di tempat yang sama, ‎Mendikbud Anies mengatakan pihaknya telah menemukan 30 paket soal UN yang bocor tersebut merupakan soal UN untuk Aceh dan Yogyakarta. Dia mengatakan masih menunggu hasil analisa dari lembar jawaban ujian dari kedua daerah tersebut.

"Intinya kita akan melihat hasil indeks integritas sesudah pemindahan selesai, dari situ akan ditentukan apakah ada pola kecurangan, efek kebocoran, jika ditemukan maka di situlah dilakukan pengulangan," tegas Anies.

Sebelumnya sebanyak 30 paket dari 11.730 paket soal UN tingkat SMA bocor ke publik. Anies langsung menghubungi Bareskrim Polri, Menkominfo dan Google untuk menindaklanjuti hal tersebut.

(dha/kha)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads