Sekjen DPP PAN Eddy Suparno menyatakan saweran itu adalah inisiatif kader dan simpatisan untuk segera memiliki kantor tetap. Tidak ada instruksi DPP PAN untuk menggalang saweran.
"Melihat kondisi DPP PAN yang masih belum memiliki kantor sendiri, secara spontan kader dan simpatisan urunan untuk membantu segera tersedianya kantor DPP PAN. Jadi hanya ungkapan spontanitas urunan membantu DPP PAN untuk mendapatkan kantor baru," kata Eddy dalam jumpa pers di ruang Fraksi PAN gedung DPR, Jakarta, Jumat (17/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eddy menjelaskan, DPP sudah mendapatkan surat resmi dari pemilik gedung yang meminta untuk mengakhiri kontrak sewa penggunaan gedung yang selama ini ditempati hingga akhir bulan April ini.
"Alasannya sudah cukup jelas akan dipakai aktivitas usaha dari pemilik dan kami hormati. Ibarat sewa rumah, begitu sewa berakhir dan tak dilanjutkan, mau tak mau kita cari alternatif," ujarnya.
"Ini sangat biasa dan saat ini sedang dalam upaya mencari rumah PAN yang dimiliki DPP PAN secara utuh (kepemilikan sendiri -red)," imbuh mantan Direktur Finansial di PT Bakrie and Brothers itu.
Eddy menuturkan saweran itu dikelola secara informal melalui rekening oleh dua sampai tiga orang pengurus. Penerimaan itu bisa dipertanggungjawabkan dan nanti akan dibahas ke depan soal tindak lanjut, program hingga targetnya.
Meski begitu, DPP belum akan menentukan apakah akan membangun gedung baru atau membeli gedung yang sudah ada dengan uang saweran itu. Namun yang pasti dalam waktu dekat DPP akan menyewa namun dari kas partai. "Paling realistis sewa dulu dan hampir pasti lokasinya di Jaksel," ucap Eddy.
(iqb/trq)










































