Permainan angklung yang akan dimainkan dalam Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika ternyata merujuk pada KAA tahun 1955. Saat itu, angklung juga dimainkan oleh Presiden Soekarno dan tamu lainnya dan menjadi momen pertunjukan angklung yang mendunia.
Hal itu dituturkan Direktur Saung Angklung Udjo (SAU) Taufik Hidayat Udjo saat ditemui di SAU, Jalan Padasuka, Jumat (17/4/2015).
"Angklung juga pernah dimainkan saat KAA tahun 1955 oleh Presiden Soekarno dan kepala negara lainnya yang hadir," ujar Taufik
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Momen itu kemudian dikenal sebagai pertunjukan angklung yang pertama kali mendunia. Angklung jadi dikenal sebagai alat musik tradisional dari Indonesia.
"Presiden Soekarno dan pemimpin negara Asia-Afrika yang hadir turut memainkan angklung dengan arahan dari Bapak Daeng. Beliau memimpin
para pemimpin dunia dengan menjadi kondaktur yang memberi kode tangga nada pada permainan angklung. Pada momen bersejarah itu,
angklung menyatukan para pemimpin negara peserta dan menciptakan perdamaian melalui kerja sama yang kompak," tuturnya.
Angklung menjadi simbol persatuan dan kesatuan negara-negara peserta Konferensi Asia-Afrika. Hingga sekarang, angklung menjadi identik dengan momen bersejarah ini. Angklung tidak bisa dipisahkan Daeng Soetigna dari Konferensi Asia-Afrika.
(tya/ern)










































