"Dari kami, tahu nama akunnya ada, orangnya juga ada. Tapi apakah sudah dijadikan tersangka atau tidak, itu kita belum tahu," kata Anies di kantornya, Jl Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2015).
Namun Anies enggan menyebut siapa nama orang tersebut serta dari instansi mana. Anies menyerahkan hal tersebut sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Anies mengatakan 30 paket soal UN yang bocor merupakan soal yang sedianya digunakan untuk 2 daerah yaitu Aceh dan Yogyakarta. Pihak kementerian sendiri belum menemukan adanya pola kecurangan dari hasil UN yang didapat dari kedua daerah tersebut.
Kemendikbud sendiri mengatakan bahwa bila terdapat adanya pola kecurangan UN, maka tidak menutup kemungkinan akan diadakan UN ulang. Biaya UN ulang itu akan dibebankan ke percetakan yang oknumnya membocorkan soal UN.
(dha/nwk)










































