Menteri Anies: Soal UN yang Bocor untuk Aceh dan Yogyakarta

Menteri Anies: Soal UN yang Bocor untuk Aceh dan Yogyakarta

- detikNews
Jumat, 17 Apr 2015 15:29 WIB
Menteri Anies: Soal UN yang Bocor untuk Aceh dan Yogyakarta
(Foto: dok detikcom)
Jakarta - ‎Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengungkapkan bahwa soal Ujian Nasional (UN) yang diunggah melalui Google Drive adalah soal untuk 2 daerah. Kedua daerah tersebut yaitu Aceh dan Yogyakarta.

‎"Paket yang diunggah di Google Drive adalah paket soal untuk SMA IPA yang digunakan di 2 tempat, Aceh dan Yogyakarta," ucap Anies saat jumpa pers di kantornya, Jl Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2015).

Anies mengatakan sejauh ini data yang diterima Kemendikbud mengenai hasil UN dari 2 daerah itu baru dari Yogyakarta. Dari hasil sementara belum terlihat pola kecurangan yang muncul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejauh ini data yang sudah masuk, di Yogya tidak ada pola yang muncul. Nanti finalnya setelah dianalisa secara lengkap‎," kata Anies.

‎Sebelumnya sebanyak 30 paket dari 11.730 paket soal UN tingkat SMA bocor ke publik. Anies langsung menghubungi Bareskrim Polri, Menkominfo dan Google untuk menindaklanjuti hal tersebut.‎

Kasus kebocoran soal UN di Google ini sudah ditangani Bareskrim Polri. Bareskrim Polri terus menyelidi kasus dugaan kebocoran soal Ujian Nasional (UN). Kabareskrim Komjen Budi Waseso (Buwas) menyebut pihaknya telah menetapkan satu tersangka pada kasus tersebut.

"‎Baru satu (tersangka). Ditangani terus sama tim, yang satu itu, dia yang membuka, mengedarkan," kata Buwas di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2015). Namun Buwas tidak menyebutkan inisial atau keterangan tambahan mengenai sosok tersangka tersebut.

Penyidik Bareskrim telah menggeledah kantor Percetakan Negara. Dalam situs Kemendikbud, Percetakan Negara memang mencetak paket soal UN untuk Provinsi Aceh. Menurut Buwas, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti.

‎"Macam-macam (yang disita), ada peralatan, ada alat cetak, ada bukti-bukti daripada percetakan itu untuk diedarkan sudah kita dapat dan sita semua," ujarnya.


(dha/nwk)


Berita Terkait