"Target selama 2 tahun, kami revitalisasi 27 gedung di 10 lokasi," kata CEO PT JOTRC, Lin Che Wei, usai menemui Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2015).
Lin mengatakan proyek tersebut telah berjalan selama 8 bulan. Saat ini pembangunannya sedang berlangsung. Hanya saja, menurut Lin, selama ini pihaknya terkendala perizinan. Ia harus melalui 40 pintu sebelum perizinan tersebut keluar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena waktu itu Pak Ahok minta cepat, jadi kita perizinan dan perencanaan lakukan pararel. Kita bayar arsitek mahal tapi izinnya belum keluar, waktu itu saya ambil risiko," ujarnya di hadapan Ahok.
Lin tidak akan mengubah konsep bangunan Kota Tua saat ini, termasuk masalah kontur tanah yang rendah. PT JOTRC tetap tidak akan menaikkan bangunan di kawasan itu. "Belanda itu ahli air. Jadi kita harus hati-hati, jangan kita buat jalan yang sifatnya kayak lapis," ujarnya.
Menurut Lin, pembangunan di Jakarta selama ini berlapis-lapis untuk mengatasi banjir. Jika terkena banjir, pembangunan jalan dinaikkan secara bertahap dan berlapis-lapis. "Kalau pendekatannya seperti itu, bangunan kayu itu akan lebih rendah dari jalannya," ujar Lin.
(kff/aan)











































