"Kami siap, mengutamakan kader-kader kami sendiri. Soal popularitas, elektabilitas, bisa kami olah. Kami siap memaksimalkannya," kata Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono usai menghadiri Silaturahim Nasional II FKPD-PD di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat, pada Kamis 16 April 2015 malam.
SBY kemudian mengenang masa-masa ketika awalnya Pilkada serentak masih berformat tidak langsung atau dipilih oleh DPRD. Di penghujung masa pemerintahannya sebagai Presiden ke-6 RI, SBY kemudian menerbitkan Perppu Pilkada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY menuturkan bagaimana Perppu Pilkada yang kini sudah disahkan menjadi UU bisa menyelamatkan demokrasi. Saat itu, ada 10 perbaikan pada Pilkada yang diajukan.
"Dan saya harus keluarkan Perppu, selamatkan sistem demokrasi kita. Tetap langsung tapi dengan perbaikan. Perbaikan itu harus, karena ada permainan di sana sini," ujar ayah dua anak itu.
"Saya sebagai kader utama PD, kembali ingin pilkada langsung, apalagi sudah jadi UU," pungkas SBY.
Tahapan Pilkada akan resmi dimulai hari ini. Hal itu ditandai dengan penyerahan Daftar Agregat Kependudukan per-Kecamatan (DAK-2) yang merupakan cikal bakal Daftar Pemilih Tetap (DPT).
(imk/aan)










































