Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen mengungkapkan, nama Budi tercetus dari keterangan Suryanto kepada polisi. Ia mengakui jika pistol yang dibawa oleh salah satu rekannya itu didapat dari Budi.
"Dia sebutannya Budi 'Jabung' karena dia ini aslinya dari Jabung, Lampung Timur. Namanya sudah tenar di kalangan kelompok pelaku kejahatan," ujar Handik kepada detikcom, Kamis (15/4/2015).
Untuk diketahui, Suryanto Cs memang membekali diri dengan pistol saat merampok minimarket di Makasar, Pulogadung dan Cakung, Jakarta Timur, tanggal 7 April 2015 lalu. Pistol itu tidak tersita polisi sebab dibawa oleh salah satu teman Suryanto yang masih diburu.
Nama Budi 'Jabung' ini juga sudah tidak asing lagi bagi aparat kepolisian. Sejumlah pelaku kejahatan khususnya yang melakukan pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kerap menyebutkan sumber pistol itu dari Budi 'Jabung'.
"Tahun 2013, Resmob Polda Metro Jaya pernah menangkap sejumlah kelompok pelaku perampokan bersenjata api, itu mereka semua ngaku dapat dari Budi 'Jabung'," paparnya.
Menurut Handik, Budi 'Jabung' melego senjata api rakitan ke kelompok bandit dengan harga variatif antara Rp2-5 juta per pucuk, bahkan menyewakannya. Handik sendiri mensinyalir, senjata api yang dipasok Budi 'Jabung' ini berasal dari Cipacing, Sumedang, Jawa Barat.
"Kalau diurut-urut lagi, ujung-ujungnya ke Cipacing lagi. Memang Cipacing yang paling terkenal tempat perakitan senjata api," tuntasnya.
Namun, menangkap Budi 'Jabung' ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab, kadang kala ia tidak bertransaksi langsung dengan pembeli atau hanya lewat perantara.
(mei/vid)











































