Perampok 3 Minimarket Ini Minta Petunjuk Dukun Sebelum Beraksi

Perampok 3 Minimarket Ini Minta Petunjuk Dukun Sebelum Beraksi

- detikNews
Kamis, 16 Apr 2015 21:52 WIB
Perampok 3 Minimarket Ini Minta Petunjuk Dukun Sebelum Beraksi
Mei Amelia R/detikcom
Jakarta - Bagi sebagian pelaku kejahatan, berdukun sebelum melakukan aksi kejahatan sepertinya sudah jadi ritual khusus. Seperti yang dilakukan Suryanto (32), gembong rampok di 3 minimarket di Jakarta Timur. Ia dan rekannya meminta petunjuk dukun terlebih dulu sebelum melancarkan aksinya.

"Rata-rata mereka pakai dukun, biar selamat, biar berhasil," ujar Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen kepada detikcom, Kamis (16/4/2015).

Sebagai 'pegangan' dari Mbah dukun, pelaku kejahatan diberi sesuatu benda yang dipercaya bisa melindungi mereka dari kepungan aparat atau warga hingga memberi kekuatan yang bersifat gaib.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pegangannya ada yang berupa jimat, batu, banyak macamlah," imbuhnya.

Menurut Handik, ritual ke mbah dukun yang dilakukan oleh Yanto Cs itu hanya soal keyakinan saja. Karena nyatanya, Yanto berhasil ditangkap polisi setelah sukses merampok di 3 minimarket di kawasan Jakarta Timur pada tanggal 7 April 2015 lalu.

"Yang begitu-begitu cuma keyakinan saja, buktinya kakinya ditembak bisa kena," lanjutnya.

Yanto memang tertembak di bagian betis kanannya. Pria asal Lampung Timur, Provinsi Lampung ini berupaya melarikan diri saat disergap Tim Opsnal Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jayaโ€Ž di rumah kontrakannya di Bekasi.

โ€ŽYanto berhasil dibekuk polisi hanya berselang dua hari setelah melakukan aksinya bersama 3 orang temannya. Sementara 3 temannya yang juga berasal dari Lampung, masih dalam pengejaran polisi.

Yanto dibekuk polisi atas kegiatannya mengepalai kelompoknya merampok 3 minimarket yang beroperasi 24 jam dalam satu malam, tanggal 7 April 2015 di Makasar, Pulogadung dan Cakung. Dari 3 minimarket yang mereka satroni, dua di antaranya membuahkan hasil.

Modus operandi yang mereka lakukan adalah berpura-pura menjadi pembeli, lalu masuk ke dalam minimarket dengan menutupi wajah menggunakan helm. Selanjutnya mereka menutup rolling door toko serta menyekap para karyawan dan selanjutnya dengan leluasa menggasak uang di brankas atau pun di kasir.

(mei/vid)


Berita Terkait