"Rata-rata mereka pakai dukun, biar selamat, biar berhasil," ujar Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen kepada detikcom, Kamis (16/4/2015).
Sebagai 'pegangan' dari Mbah dukun, pelaku kejahatan diberi sesuatu benda yang dipercaya bisa melindungi mereka dari kepungan aparat atau warga hingga memberi kekuatan yang bersifat gaib.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Handik, ritual ke mbah dukun yang dilakukan oleh Yanto Cs itu hanya soal keyakinan saja. Karena nyatanya, Yanto berhasil ditangkap polisi setelah sukses merampok di 3 minimarket di kawasan Jakarta Timur pada tanggal 7 April 2015 lalu.
"Yang begitu-begitu cuma keyakinan saja, buktinya kakinya ditembak bisa kena," lanjutnya.
Yanto memang tertembak di bagian betis kanannya. Pria asal Lampung Timur, Provinsi Lampung ini berupaya melarikan diri saat disergap Tim Opsnal Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jayaโ di rumah kontrakannya di Bekasi.
โYanto berhasil dibekuk polisi hanya berselang dua hari setelah melakukan aksinya bersama 3 orang temannya. Sementara 3 temannya yang juga berasal dari Lampung, masih dalam pengejaran polisi.
Yanto dibekuk polisi atas kegiatannya mengepalai kelompoknya merampok 3 minimarket yang beroperasi 24 jam dalam satu malam, tanggal 7 April 2015 di Makasar, Pulogadung dan Cakung. Dari 3 minimarket yang mereka satroni, dua di antaranya membuahkan hasil.
Modus operandi yang mereka lakukan adalah berpura-pura menjadi pembeli, lalu masuk ke dalam minimarket dengan menutupi wajah menggunakan helm. Selanjutnya mereka menutup rolling door toko serta menyekap para karyawan dan selanjutnya dengan leluasa menggasak uang di brankas atau pun di kasir.
(mei/vid)










































