"Jadi tersangka ini keluar dari kosan menggunakan masker dan topi, mungkin takut dikenali wajahnya," ujar Kanit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Budi Towoliu kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (16/4/2015).
Topi itu berwarna hitam bertuliskan 'Macbeth'. Topi itu, diakui Rio dibelinya 2 pekan sebelum terjadi pembunuhan Tata. Namun, Rio membantah jika topi itu sengaja ia persiapkan untuk melakukan kejahatan terhadap Tata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria beranak satu ini juga mengaku jika topi dan masker itu kerap dia gunakan saat pergi dan pulang kerja. Adapun masker ia kerap pakai, diakuinya untuk menghindari debu.
"Saya kan pulang-pergi kerja naik kereta, jadi memang saya pakai masker tiap hari," imbuhnya.
Rio meninggalkan kosan setelah Tataa menghembuskan nafas terakhirnya, sekitar pukul 20.30 WIB pada Jumat (10/4) malam lalu. Saat keluar, ia menggemblok tas ranselnya yang sudah mengantungi barang-barang milik Tataa yakni 4 unit handphone Samsung, 1 unit iPad, 1 unit MacBook dan uang Rp 2,8 juta.
"Ini tas saya pakai setiap hari untuk kerja," tuturnya.
(mei/vid)











































