"Pak Jokowi waktu datang ke sini mengatakan ingin membangun pelabuhan Samudera, kami siapkan 1000 hektar. Nanti mulai dari Desa Sungai Bakau, Teluk Bogam, Praya dan Sebuai," ungkap Ujang di Pangkalan Bun, Kobar, Kamis (16/4/2015).
Menurut Ujang, Pelabuhan Samudera yang tepatnya akan dibangun wilayah Kecamatan Kumai tersebut tak hanya sekedar menjadi pelabuhan perikanan saja. Nantinya di Pelabuhan itu juga akan dibangun kawasan industri. Kumai sendiri letaknya sekitar 30 km dari Ibukota Kobar yakni Pangkalan Bun yang menjadi lokasi Posko gabungan SAR AirAsia beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan Pelabuhan tipe kelas 1 itu, kata Ujang, merupakan bagian dari Nawacita Jokowi. Kedatangan Jokowi ke Pangkalan Bun pada awal Desember 2014 lalu memang tak banyak diketahui media sehingga informasi ini tidak menjadi sorotan. Proyek pembangunan pelabuhan ini menurut Ujang sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Bukan hanya pelabuhan samudera, di Kotawaringin Barat nantinya juga akan dibangun Bandara yang kemungkinan akan menjadi Bandara internasional. Letaknya tidak berjauhan dari Pelabuhan Samudera.
"Tahun ini Amdal akan selesai. Kami sediakan 2500 hektar untuk bandara baru. Runaway-nya 3000 meter. Kami yakin Bandara ini bisa back up Bandara Soekarno-Hatta ke depannya. Kalimantan yang paling dekat Jawa itu kan ya di Pangkalan Bun sini, cuma 65 menit," tutur politisi Gerindra itu.
Untuk penerbangan, warga Kobar dan sekitarnya kini masih bergantung pada Lanud Iskandar milik TNI AU. Ujang pun yakin daerahnya memiliki potensi besar untuk maju jika Bandara dan Pelabuhan Samudera sudah benar-benar terealisasi.
"Bandara dan Pelabuhan letaknya nggak berjauhan, ada kawasan industrinya juga. Nanti jadi mirip-mirip Sepinggan Balikpapan. Bandaranya juga seperti Ngurah Rai Bali dekat laut. Bedanya runaway-nya tidak seperti di Bali yang dekat sekali dengan bibir pantai, agak jauhan," tutup Ujang.
(ear/vid)











































