Komjen Badrodin: 100 Persen TNI dan Polri Siap Amankan KAA

Peringatan 60 Tahun KAA

Komjen Badrodin: 100 Persen TNI dan Polri Siap Amankan KAA

Idham Kholid - detikNews
Kamis, 16 Apr 2015 15:53 WIB
Komjen Badrodin: 100 Persen TNI dan Polri Siap Amankan KAA
Foto: Lamhot Aritonang/detikFoto
Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia telah siap seratus persen mengamankan peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA). Seperti diketahui, sebanyak 34 Kepala Negara akan datang ke Indonesia untuk memperingati acara tersebut.

"Kemarin tanggal 15 (April) ada apel gabungan TNI Polri, semua termasuk latihan sudah kita lakukan. 100 persen kita siap mengamankan KAA‎," kata Badrodin usai uji kelayakan dan kepatutan dalam rapat di Komisi II DPR RI di Gedung DPR MPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2015).

Badrodin menambahkan, pengamanan yang dilakukan meliputi dua kota sebagai tempat dilaksanakannya peringatan KAA, yatu Bandung dan Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk KAA, tanggal 19 April besok sudah mulai berdatangan, kita siapkan pengamanan baik Jakarta maupun Bandung," ujarnya.

‎Sebelumnya, ada 34 Kepala Negara yang dipastikan menghadiri peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika di Jakarta dan Bandung pada 19 sampai 24 April pekan depan. Dari sederet kepala negara yang dipastikan hadir belum tercantum nama Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

"Kita tunggu konfirmasi finalnya, tapi sudah strong indication,"‎ Kepala Sub Direktorat Kerja Sama Intra Kawasan Asia Pasifik dan Afrika‎, Ferdy Piay di Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakpus, Kamis (16/4/2015).

Tamu undangan yang mengirimkan para kepala negaranya adalah RRT, Democratic People of South Korea, Iran, Madagaskar, Malawi, Myanmar, Namibia, Siera Leon, Afsel, Sudan, Timor Leste, Vietnam, Zimbabwe, Bangladesh, Kamboja, Mesir, Gabon, Malaysia, Nepal, Pakistan, Palestina, Rwanda, Singapura dan Thailand.

Sedangkan yang mengirim wakil kepala negaranya adalah Aljazair, Angola, Liberia, Filipina dan Zambia. Sisanya mengirim utusan perwakilan, mulai dari menteri atau setingkat duta besar. Menurut Ferdy, masih ada beberapa negara yang belum meng‎konfirmasi soal siapa yang hadir. Namun rata-rata dari mereka kemungkinan besar akan mengirim para kepala negara.

(idh/fjr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads