Walikota Surabaya: Saya Tidak Lakukan Kampanye Terselubung
Jumat, 11 Feb 2005 21:28 WIB
Surabaya -
Mendengar pernyataan dukungan kepadanya saat dialog dengan Pemimpin Gereja se Surabaya, Walikota Surabaya Bambang DH hanya tersenyum simpul. Bambang mengklarifikasi aksi 'turba' yang dilakukanya bukan untuk kampanye pencalonan dirinya sebagai Walikota periode 2005-2010.Menurutnya, tatap muka dengan warga itu sebagai bentuk laporan pertanggung jawaban dirinya yang akan mengahkiri purna tugasnya sebagai Walikota Surabaya, Maret mendatang."Saya menghadiri acara ini bukan untuk kampanye terselubung. Turun ke masyarakat seperti ini kadangkala banyak yang salah menafsirkan. Apalagi menjelang pilkada ini," jelas Bambang mengawali sambutannya.Menurutnya sudah menjadi kewajibannya untuk bertemu dan menjelaskan secara detil kinerja Walikota selama ini kepada masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan di Surabaya. "Sekali lagi ini sebagai bentuk laporan atau pertanggung jawaban saya kepada masyarakat Surabaya," tegasnya saat dialog dengan ratusan Pemimpin Gereja dan umat Nasrani se Surabaya yang tergabung dalam Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) di hotel Equator, Surabaya, Jumat (11/2/2005).Sebaliknya, menurut Ketua DPC PDIP Surabaya itu, dalam UU yang baru menyebutkan DPRD tidak lagi bisa menolak atau menerima laporan pertanggungan jawab seorang Kepala Daerah. Namun laporan tersebut hanya bersifat memberikan penjelasan atau keterangan saja. "Laporan yang saya lakukan bersifat vertikal yaitu ke Mendagri melalui Gubernur. Sedangkan yang bersifat horizontal itu penjelasan ke legislatif. Selain itu ada yang bersifat ke bawah dengan ketemu langsung masyarakat untuk memberikan penjelasan kerja Walikota. Kan nggak salah, wong ini kewajiban saya kepada warga kok," kata dia.Tokoh Gereja dukung BambangDalam acara itu, ratusan pemimpin gereja dan umat nasrani secara tegas menyatakan dukungan kepada Bambang untuk melanjutkan programnya lagi lima tahun kedepan. Dihadapan ratusan umat nasrani, Pendeta Sandhi Dharma Ketua I BAMAG Jatim menegaskan bahwa umat nasrani tetap memberikan kepercayaan kepada Bambang sebagai walikota Surabaya.
(fab/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































