Wakil ketua umum Partai Gerindra Fadli Zon mengomentari masalah komunikasi tersebut. Menurut Fadli, masalah itu muncul karena ada pemahamanan yang keliru dari PDIP yang selalu menganggap Jokowi sebagai petugas partai.
"Sebenarnya begini, istilah yang menjadi satu polemik yang berkepanjangan. Menurut saya istilah petugas partai salah. Ini kan masalah bahasa Indonesia saja, di mana seseorang memilih istilah petugas partai, artinya ada orang yang bertugas, ditugasi dan menugasi," kata Fadli Zon di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden itu kepala pemerintahan, kepala negara pemimpin rakyat. Saya kira tidak bisa dikatakan sebagai petugas partai," ujar wakil ketua DPR itu.
Fadli mengutip pendapat Jhon F Kennedy, harusnya loyalitas kepada partai itu berhenti, ketika loyalitas kepada negara dimulai. Hal itulah yang harusnya diyakini dan dipercayakan kepada Jokowi.
"Presiden ini diwakafkanlah untuk negara dan rakyat, jangan direcoki. Kalau dia jadi petugas, implikasinya banyak dan bahaya, nanti ada conflict of interest dalam penempatan jabatan," ucap politisi asal Jabar itu.
(iqb/try)










































