JK Minta Dampak Pembocoran Soal UN oleh Pegawai Percetakan Diteliti

JK Minta Dampak Pembocoran Soal UN oleh Pegawai Percetakan Diteliti

- detikNews
Kamis, 16 Apr 2015 13:58 WIB
JK Minta Dampak Pembocoran Soal UN oleh Pegawai Percetakan Diteliti
Jakarta - Soal ujian nasional (UN) SMA 2015 bocor melalui Google Drive. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai kebocoran tersebut merupakan kejahatan. JK menginstruksikan untuk meneliti dampak dari kejahatan tersebut.

"Itu kan kejahatan. Saya suruh instruksikan untuk meneliti sejauh mana dampak kejahatan itu yang dibuat oleh seorang pegawai percetakan. Jadi di mana pun bisa timbul kecelakaan. Nah, sekarang tinggal diperiksa impaknya," ujar JK di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2015).

JK menjelaskan, soal UN ada 10 ribu tipe. Namun yang bocor hanya 30 tipe. Meski kebocoran kecil, namun dirinya tetap memerintahkan untuk memeriksa dampak kebocoran tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau memang ada dampaknya di suatu daerah, paling tinggi (nilai) di suatu daerah katanya dua daerah, maka di daerah itu sekolah yang kena diuji lagi," ucap dia.

Karena kebocoran kecil, maka UN SMA tidak akan diulang. Bahkan dia menilai tidak semua siswa tahu ada soal yang bocor melalui Google Drive.

"Kalau pertanyaannya jawabannya sama otomatis tahu. Karena itu semua sekolah yang begitu ulangi dan yang bayar itu percetakan. Harus dihukum itu percetakan," ucap JK.

Ke depannya, JK berharap pembocor soal dan percetakan tempat soal dicetak diberi sanksi berat. Bahkan percetakan itu jangan lagi diberi kepercayaan untuk mencetak soal-soal UN.

"Saya dijanjikan oleh Menteri Anies dalam dua hari dia bisa trace di mana efeknya," kata JK.

Sebelumnya, Percetakan Negara membantah membocorkan soal UN. Namun penyidik Bareskrim Polri menggeledah kantor Percetakan Negara, di Jl Percetakan Negara, Rabu (15/4/2015) kemarin. Penggeledahan oleh lebih dari 5 penyidik terkait bocornya soal ujian nasional melalui Google Drive tersebut berlangsung kurang lebih 4 jam.

(nik/nrl)


Berita Terkait