Ini Arti Peringatan 60 Tahun KAA Bagi Indonesia

Peringatan 60 Tahun KAA

Ini Arti Peringatan 60 Tahun KAA Bagi Indonesia

PASTI LIBERTI MAPPAPA - detikNews
Kamis, 16 Apr 2015 13:58 WIB
Ini Arti Peringatan 60 Tahun KAA Bagi Indonesia
Juwono Sudarsono. (Foto detikcom)
Jakarta - Setiap 10 tahun sekali Konferensi Asia Afrika diperingati. Pekan depan genap enam dasawarsa konferensi yang melahirkan dasa sila Bandung itu dirayakan di Jakarta dan Bandung.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini memastikan bahwa perhelatan yang akan digelar pada 19 sampai 24 April 2015 pekan depan itu akan dihadiri delegasi dari 79 negara, 28 di antaranya adalah Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan. Apa arti penting peringatan 60 tahun KAA bagi Indonesia saat ini?

Pakar politik internasional Juwono Sudarsono menyebut ada sejumlah arti peringatan 60 tahun KAA kali ini bagi Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita berusaha untuk mengangkat kembali semangat tahun 55 (saat digelar KAA), karena itu merupakan salah satu modal untuk membangkitkan kepercayaan diri kita untuk menjadi negara besar," kata Juwono saat berbincang dengan detikcom, Kamis (9/4/2015) lalu di Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Apalagi menurut mantan Menteri Pertahanan itu, sekarang kondisi ekonomi dunia sedang melemah. Dua negara besar di Asia yakni Tiongkok dan Jepang akan berperan banyak dalam perekonomian dunia saat ini. Perekonomian Tiongkok yang lagi naik daun diperkirakan akan bersaing ketat dengan Jepang.

Indonesia, kata Juwono, akan dijepit oleh dua kekuatan ekonomi dunia yakni Jepang dan Tiongkok. Dua negara itu menganggap Indonesia adalah pasar besar yang kaya sumber daya alam.

Jepang dengan Asian Development Bank-nya sudah lebih dulu membantu Indonesia dalam sejumlah pembangunan infrastruktur. Sementara rencananya dalam waktu dekat ini Presiden Tiongkok Xi Jinping juga akan datang ke Indonesia. Terbuka kemungkinan Tiongkok melalui Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) mengambil alih sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia.

Di Indonesia, Negeri Tirai Bambu dan Negeri Sakura itu akan terlibat dalam 'pertarungan' negosiasi. Lalu siapa yang sebaiknya dipilih oleh Indonesia sebagai mitra?.

"Tergantung dari pemerintahan Jokowi siapa yang lebih menguntungkan. Kita harus nego dengan pemerintah Jepang dan nego dengan pemerintah Tiongkok," kata Juwono.

(erd/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads