Pada pukul 08.15 WIB pagi tadi, ada empat pesawat yang akan lepas landas dari Lanud Halim. Tiga pesawat berhasil naik ke udara, pesawat terakhir mendapat masalah. Sang pilot melihat ada indikasi keluarnya api dari bagian belakang pesawat.
"Ketika pesawat keempat take off dengan nomor pesawat 1643, (pilot) melihat indikasi fire di bagian ekor pesawat, sehingga dia memutuskan untuk gagal take off," kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU Marsma TNI Hadi Tjahjanto di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (16/4/2015).
Pilot Letkol Pnb Firman Dwi Cahyono lantas memutuskan untuk mengerem mendadak. Pada saat itu, pesawat sedang melaju dengan kecepatan sangat tinggi di landasan.
Proses pengereman inilah yang lantas menimbulkan api. Sedangan indikasi adanya api di belakang yang membuat si pilot gagal take off, belum diketahui secara pasti.
"Pesawat gagal take off sehingga harus berhenti dengan kecepatan tinggi dan brake roda sebelah kiri bergesekan dengan runway dan menimbulkan asap dan percikan api. Akan tetapi pesawat berhasil berhenti dengan sempurna dan pilot berhasil turun," sambung Hadi.
Hadi mengatakan pilot pesawat keluar dengan cara manual yakni membuka kanopi dan turun. Dia tidak menggunakan mode kursi lontar.
"Kanopinya masih utuh. Kalau pakai kursi lontar kan kanopinya sudah tidak ada," kata Hadi.
Pilot pesawat mendapatkan sejumlah luka. Karena dia melompat dari pesawat pada saat pesawat itu masih berjalan dengan kecepatan tinggi.
"Jadi posisi pilot pesawat keluar pada saat mendarat dalam kecepatan tinggi. Kalau lecet akibat proses keluar dari pesawat memang iya, tetapi tidak serius lukanya artinya tidak terbakar atau bagaimana, jadi bukan lecet luka serius," ujar Hadi. (fjr/nrl)











































