Pesawat F-16 yang Terbakar Tiba di Indonesia pada Juli 2014

F-16 Terbakar di Halim

Pesawat F-16 yang Terbakar Tiba di Indonesia pada Juli 2014

Rachmadin Ismail - detikNews
Kamis, 16 Apr 2015 11:17 WIB
Pesawat F-16 yang Terbakar Tiba di Indonesia pada Juli 2014
Foto: Hasan/detikcom
Jakarta - Pesawat F-16 hibah dari AS yang dipiloti Letkol Pnb Firman Dwi Cahyono terbakar di Landasan Udara Halim Perdanakusuma. Jet tempur buatan tahun 1980-an itu merupakan salah satu dari 32 alutsista TNI AU yang baru tiba pada bulan Juli 2014 lalu.

Tak lama setelah tiba di Tanah Air, pesawat-pesawat tersebut sempat terbang rendah di atas Istana Merdeka. Tepatnya saat HUT ke-69 RI.

Ke-32 pesawat tempur yang terbang dengan dua formasi tersebut terdiri dari empat jenis pesawat tempur, yaitu 8 F-16 Fighting Falcon, 8 Sukhoi, 10 T50i Golden Eagle, dan 8 Hawk 100/200.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari 8 F-16 yang dipamerkan, 3 di antaranya merupakan pesawat F-16 hibah asal AS. Letkol Pnb Firman Dwi Cahyono, salah satu pilot kebanggaan Indonesia yang membawa salah satu jet tempur itu ke Indonesia dari AS.

"Pengalaman terbang yang menarik buat saya, pertama kalinya saya terbangkan F-16 dari Amerika Serikat negara pembuatnya ke Indonesia. Itu kan sangat jauh. Saya bangga bisa membawanya langsung. Dua pesawat lainnya oleh pilot AS," ujar Firman saat berbincang dengan detikcom, Jumat (15/8/2014) lalu.

Firman mengatakan, perlu waktu hingga 20 jam dengan 3 kali leg atau rute untuk membawa F-16 tiba di Tanah Air. Pertama penerbangan dari AS ke Alaska selama 5 jam. Dilanjutkan perjalanan dari AS ke Guam di Samudera Pasifik yang ditempuh 10 jam. Terakhir, dilanjutkan dari Guam ke Lanud Iswahyudi, Madiun yang ditempuh 5 jam.

"Nah pembelian 24 unit F-16 ini adalah langkah AU untuk membangun kekuatan menuju minimun essential force. Sehingga TNI AU lebih mampu menjaga kedaulatan RI di udara," sambung Firman yang mengaku pilot spesial untuk jet tempur jenis F-16 dan Hawk 100/200 ini.
Β 
Dari situs f-16.net, diketahui sejumlah spesifikasi pesawat F-16 blok 25. Pesawat itu pertama kali terbang pada tahun 1984. Berikut sejumlah datanya:

Mesin: One Pratt & Whitney F100-PW-220 turbofan. Diupgrade menjadi -220E standard.
Kecepatan maksimal short-endurance: Mach 2.02 (1.333 mph) pada ketinggian 40.000 kaki.
Kecepatan maksimal berkelanjutan: Mach 1.89 (1247 mph) di ketinggian 40,000 feet.
Dimensi: wingspan 31 kaki 0 inci, panjang 49 kaki 4 inci, tinggi 16 kaki 8 1/2 inchi, wing area 300 kaki persegi.
Berat: 18,238 pon dalam keadaan kosong, 26,463 pon keadaan normal, 42,300 pon berat maksimal saat take off.



(mad/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads