Aburizal Bakrie: Saya Tidak Pernah Ditegur Presiden
Jumat, 11 Feb 2005 19:23 WIB
Jakarta - Menko Perekonomian Aburizal Bakrie menegaskan bahwa dirinya tidak pernah ditegur Presiden SBY terkait pelaksanaan infrastucture summit beberapa waktu lalu.Menurut Ical, panggilan akrab Menko Perek, SBY juga tidak pernah menegurnya karena kecewa dengan pernyataan atau kebijakannya untuk menaikkan harga elpiji. Ical yang membantah pernyataan ekonom Sri Edi Swasono, mengaku sudah mengkonfirmasi hal itu kepada SBY."Saya pikir barangkali Pak Edi ngantuk atau belum mengerti penjelasan presiden. Saya tadi cek langsung kepada presiden, beliau mengatakan tidak benar ada teguran dan saya merasa tidak pernah ditegur oleh beliau."Demikian dikatakan Ical, usai menemui SBY di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (11/2/2005) malam ini. Sebelumnya pagi tadi usai bertemu SBY, Edi mengaku kepada wartawan bahwa SBY telah menegur sejumlah menteri, termasuk Ical, terkait kegagalan infrastucture summit.Menurut Ical, untuk membuka lapangan kerja baru guna memberantas kemiskinan, diperlukan investasi. Dan investasi hanya bisa dilakukan bila ada infrastruktur."Jadi perlu ada pembangunan infrastruktur. Kalau ada yang mengatakan bahwa infrastruktur tidak menyangkut masalah kemiskinan, ya meski belajar ekonomi lagi dia," kata Ical.Lebih lanjut Ical mengatakan, tanggal 26 Februari nanti akan ada penyusunan Road Map mengenai pemberdayaan pengusaha kecil, menengah dan mikro. Sementara bulan April akan ada Road Map mengenai penggerakan ekonomi pedesaan dan pertanian."Semua kegiatan itu saling berkaitan dengan pembangunan infrastruktur yang ditujukan untuk mengurangi kemiskinan dan menurunkan angka penganguran. Semua rencana pemerintah ini sudah sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Pak SBY pada saat kampanye," ungkapnya.
(fab/)











































