"Awalnya kita proteksi depannya (depan TV) pakai kaca lagi. Ternyata pas ke sini-sini, masyarakat kita sudah dewasa dan nggak ada (pencurian). Untuk melihat kualitas gambarnya lebih jernih lagi akhirnya kaca itu nggak dipergunakan. Karena ada refleksi (pantulan cahaya)," ujar Ade HK, Direktur Utama PT WOI New Promotion saat ditemui detikcom di kantornya Graha Pejaten nomor 3, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2015). PT WOI New Media Promotion adalah pihak yang memasang TV iklan di beberapa Mikrolet di ibukota.
"Sekarang ini, kita lihat masyarakat Jakarta itu sudah gak kayak dulu lagi. Kalau dulukan yah masih ada yang vandal, sekarang itu udah mulai dewasa. Makanya kita berani melakukan itu," imbuh pria kelahiran 1987 itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi untuk orang yang mau mengambil TV itu, minimal setidaknya dia harus punya 3 orang mencopot itu. Dan itu perlu waktu lama juga," tutur lulusan Antropologi Universitas Indonesia tahun 2006 itu.
Selain itu, Ade menanamkan teknologi Global Positioning System (GPS) pada TV yang dipasangnya di Mikrolet. Semua TV itu bisa dipantau melalui ruang kendali (control room). Pihaknya juga mengetahui apakah TV iklan itu sedang dinyalakan atau dimatikan.
"Kita pakai monitoring. Kita bisa melihat keberadaan monitor (TV Iklan) itu nyala atau mati. Jika memang monitornya mati tapi mesin (mobil) masih nyala, itu ada kodenya. Di beberapa Mikrolet kita pasang teknologi mati dan nyalanya monitor itu secara terpusat. Dari pusat kontrolnya," jelas Ade.
Ade mengadakan perjanjian business to business dengan pemilik mobil dan sopir Mikrolet. TV bisa dinyalakan sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.
"Jadi ada jam-jamnya. Kita sesuai kesepakatan, nyalakan pagi sampai siang. Siang istirahat dulu, nah sekitar pukul 15.00 WIB nyala lagi sampai dia (angkot) pulang ke pool-nya," imbuh
Pihaknya melakukan pendekatan berbeda-beda pada setiap sopir Mikrolet untuk operasional TV iklan. Pasalnya, kebiasaan sopir di setiap trayek rute Mikrolet berbeda-beda.
"Di M36 kita mencoba mengambil partisipasi dari penumpang. Ada pendekatan yang berbeda-beda sesuai dengan kebiasaan angkotnya. Kadang-kadang angkot itu bisa punya 4 sopir atau 5 sopir. Ada yang cuma punya 1 sopir. Akhirnya kita mempunyai pendekatan yang berbeda juga," tutur dia.
detikcom memang mendapati aturan tertulis di Mikrolet M36. Aturan itu tertempel di stiker yang dipasang di pelindung matahari di bagian atas sopir. Bunyinya demikian:
INFORMASI PENGOPERASIAN MONITOR
- Nyalakan MONITOR saat ada penumpang menaiki angkot
- Saat tidak ada penumpang, MONITOR boleh tetap menyala ataupun boleh dimatikan
- Penumpang berhak meminta untuk menyalakan MONITOR kepada supir
- Supir yang kedapatan tidak menyalakan MONITOR atas laporan penumpang atau sepengetahuan tim kami di lapangan, maka kami berhak bertanya dan mengingatkan
- Apabila terjadi berulang kali, maka pihak kami akan memberikan peringatan, dan apabila peringatan tidak ditanggapi sebanyak 3 kali, pihak kami akan memutus kerjasama dengan angkot yang bersangkutan.
Berlaku untuk supir batangan atau supir tembak
(nwk/bil)










































