Saran tersebut kami rangkum untuk disampaikan kepada para pakar dan pihak terkait. Berikut sejumlah masalah dan solusi yang ditawarkan:
Rangkuman masalah:
1. AC bus mati dan banyak yang tak berfungsi baik sehingga suasana di dalam bus pengap dan panas.
2. Pintu darurat rusak dan tak bisa dikunci.
3. Bus keluarkan suara berisik saat melaju, onderdilnya seperti mau lepas.
4. Interior bus berkarat dan usang.
5. Pintu bus tak bisa tertutup sempurna sehingga membahayakan penumpang.
6. Sering mogok saat tengah melaju.
7. Ada TransJ yang tak punya APAR dan palu pemecah kaca.
8. Pegangan di bagian atas bus banyak yang jebol dan rusak.
9. Kaca bus tiba-tiba pecah tanpa sebab
10. Atap bus bocor saat hujan
12. Banyak bus tua yang masih berlalu lalang di jalanan
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Membeli armada baru untuk menggantikan bus yang rusak dan tak layak.
2. Pengawasan perawatan oleh operator secara ketat.
3. Bentuk anak usaha yang bekerja khusus untuk melakukan perawatan.
4. Bentuk Bengkel TransJ profesional dengan teknisi yang terlatih.
5. Bentuk perusahaan tandingan untuk mengelola Transj, sehingga setiap perusahaan bertanggungjawab di setiap koridor masing-masing terkait kebersihan, kenyamanan penumpang dan kelayakan bus.
6. Manajemen perawatan bus diperbaiki jangan hanya fokus pada pengadaan.
7. Sopir tanggung jawab atas bus yang dikendarainya dengan catatan biaya bukan tanggung jawab sopir.
8. Gandeng perusahaan swasta untuk perawatan bus.
9. Bus yang sudah tak layak tidak boleh jalan.
10. Pengelola lebih galak kepada operator yang 'bandel'.
11. Rotasi bus yakni mengganti bus yang rusak tak boleh jalan, harus diperbaiki dulu. Setelah bagus baru bisa beroperasi kembali.
Apakah Anda sudah melihat perubahan terkait kondisi bus TransJ? Silakan berbagi pengalaman Anda ke masalahsolusi@detik.com dengan subject masalah dan solusi. Jangan lupa sertakan kontak Anda.
Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.
(slm/bil)










































