"Semoga yang terbaik untuk semuanya. Semoga bisa 'ngebenerin' citra Polri yang buruk. Sekarang kan citra Polri buruk karena oknum," kata Fakhri kepada wartawan usai pertemuan yang digelar di kediaman pribadi Badrodin, Jalan Moch Kahfi I, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2015).
β"Saya percaya bapak, apapun keputusan yang diambil pasti yang terbaik," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βAnak bungsu Badrodin dan Tejaningsih itu kini tercatat sebagai mahasiswa S2 Profesi Apoteker di Universitas Indonesia. Kondisi sang ibu yang menjadi korban malpraktik hingga mengidap alergi obat atau Steven Jhonson Syndrome menjadi alasannya melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan, khususnya obat.
"Waktu SMA, Ibu sakit Steven, kelas dua nemenin Ibu berobat di Singapur. Kelas tiga mau daftar perguruan tinggi, kedokteran, tapi akhirnya mikir, kasihan ibu, itu kan malpraktik,"tuturnya.
Karena ingin kejadian seperti sang ibu tak terulang lagi baik pada keluarga maupun orang lain, Fakhri akhirnya memilih jurusan farmasi.
"Supaya nggak kejadian lagi, kita nggak tahu obat itu bener atau nggak. Akhirnya ambil pilihan pertama farmasi, dengan harapan bisa baca obat dan nggak terulang lagi kejadian itu," pungkasnya.
(idh/mpr)











































