"Semua kontrak Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Jadi servis dan lain semua ada langsung di Agen Tunggal Pemegang Merk. Kita juga awasi menggunakan GPS dengan standar yang sangat ketat," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (15/4/2015).
Dengan sistem ini maka jika ada bus yang rusak atau karatan dan tidak sesuai maka ATPM harus bertanggungjawab untuk memperbaiki atau mengganti bus tersebut. ATPM menyediakan bus TransJ berdasarkan merek tunggal yang mereka miliki, misalnya seperti PT San Abadi yang merupakan ATPM penyedia bus transjakarta bermerek Ankai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yakin (lebih baik), karena kan itu PT. Kan PT juga baru jalan tiga bulan. Kita jangan su'udzon kepada direksi PT, nggak benar," ucap Ahok.
Pengelolaan TransJakarta memang sudah dialihkan dari BLU TransJakarta ke PT Transportasi Jakarta. Pengaloihan ini dilakukan tanggal 1 Januari 2015 lalu.
Sebelumnya melalui program masalah dan solusi, detikcom mencoba mengangkat masalah bus TransJ yang rusak dan bermasalah. Redaksi detikcom banyak menerima email dari pengguna TransJ soal masalah yang mereka dapati selama menggunakan TransJ. Mulai dari atap bocor saat hujan, pintu yang tak bisa menutup sempurna dan AC mati yang membuat bus menjadi panas dan pengap.
Anda punya solusi lain terkait masalah ini? Silakan berbagi ide ke masalahsolusi@detik.com dengan subject masalah dan solusi. Jangan lupa sertakan kontak Anda.
Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.
(slm/van)











































