Executive Secretary UGM, Gugup Kismono, mengatakan laporan tersebut dikirim lewat email humas UGM dari anggota masyarakat. Namun mereka tidak menyebutkan nama dari pengirim email tersebut.
"Mereka memberitahukan bahwa UN telah bocor, kemudian mengusulkan atau meminta agar nilai UN tidak dipertimbangkan dalam penerimaan mahasiswa melalui jalur SNMPTN," kata Gugup di UGM, Rabu (14/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, UGM sebetulnya tidak ada kaitanya dengan kebocoran UN. Sudah ada dinas atau otoritas tertentu untuk menangani masalah tersebut. UN sendiri memang tidak menjadi penentu dalam penerimaan calon mahasiswa baru jalur SNMPTN.
Dugaan kebocoran UN juga terjadi di Bandung. Seorang guru SMA mengaku mendapat informasi bahwa siswa bisa mendownload soal dengan bebas di Google. Isi soal nyaris sama dengan soal di UN.
Mendikbud Anies Baswedan telah berkoordinasi dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Anies juga berkirim surat ke Google agar menutup akun yang digunakan pembocor. Tidak berhenti di situ, Anies juga langsung menghubungi Wakapolri Komjen Badrodin Haiti guna berkoordinasi langkah hukum bocornya naskah ujian nasional dan ditindaklanjuti dengan laporan ke Bareskrim, Senin (13/4) malam.
(try/try)











































