Direktur Institute Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia Yoga Adiwinarto memaparkan bahwa bus-bus TransJakarta saat ini dioperasikan oleh 9-10 operator yang terikat kontrak dengan PT Transportasi Jakarta. Kontrak tersebut meliputi operasional dan perawatan sehingga seharusnya bus rusak menjadi tanggung jawab operator. Saat menandatangani kontrak, operator menyanggupi bahwa bus seharusnya lewat dalam durasi waktu tertentu hingga kondisi AC bus yang harus dingin dan bersih.
"Beberapa operator ada yang dengan kesadaran sendiri memperbaiki. Misalkan bodinya jelek lalu diganti, rekondisi, maintenance. Mereka jalankan sesuai kontrak tanpa paksaan. Tapi ada yang merasa, ah tidak ada yang marahin. Kalau tidak dirawat, uang perawatan bus bisa disave oleh mereka untuk jadi keuntungan," kata Yoga saat berbincang dengan detikcom, Rabu (15/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa ditagih, mana jadwal perawatan kamu ketika sudah km sekian. Bus berkarat, pintu kebuka, harusnya langsung direkondisi atau tidak boleh jalan sama sekali," ujar pemegang gelar master di bidang Manajemen Transportasi dari Leeds University ini.
Kondisi bengkel milik operator juga mengkhawatirkan. Yoga menemukan bahwa salah satu bengkel bus TransJ di Cawang sudah tidak memenuhi standar. Oleh sebab itu, PT Transportasi Jakarta harus berani menegur, hingga mencabut kontrak.
"Banyak bengkelnya yang di bawah standar. Yang di Cawang malah ada kambingnya juga di sana. Ini harusnya bukan teguran lagi, harusnya cabut kontrak," ucap alumni Institut Teknologi Bandung ini.
"Manajemen TransJ harus lebih galak ke operator," sambungnya.
Pemprov DKI dan PT Transportasi Jakarta selama ini mengajukan solusi berupa penambahan armada baru. Namun, menurut Yoga, hal tersebut bukanlah solusi apabila bus tetap tidak dirawat.
"Beli bus baru, itu tidak akan selesaikan masalah. Kalau treatment seperti sekarang, 2-3 tahun balik lagi. Kalau perawatan tidak diawasi ketat, tidak akan beres," ungkap Yoga.
Apakah solusi yang ditawarkan sudah cukup atau Anda punya solusi lain terkait masalah ini? Silakan berbagi ide ke masalahsolusi@detik.com dengan subject masalah dan solusi. Jangan lupa sertakan kontak Anda.
Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.
(imk/van)











































