Kanit I Reskrim Polres Nias Ipda Enand H. Daulay menyatakan, berdasarkan pemeriksaan terhadap jenazah korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga tidak ditemukan tanda-tanda terjadinya penganiayaan.
"Jadi para korban tewas karena keracunan asap dari mesin pompa yang mereka bawa ke dalam gua," kata Daulay yang dihubungi, Rabu (15/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah survei, mereka kemudian datang lagi dengan membawa peralatan yang dibutuhkan. Termasuk membawa mesin pompa air yang untuk mengeluarkan air dari dalam gua. Mereka menggali di dalam gua.
"Saat ditemukan di dalam gua, sudah ada satu bongkahan batu yang berhasil ditemukan para korban," kata Daulay.
Terkait dengan penanganan jenazah korban, Daulay menyatakan, jenazah Fo Arota Gea (32) warga Desa Sitelumbanua, Kecamatan Lahewa, Nias Utara, sudah diserahkan kepada keluarga. Sementara jenazah Iwan (22) asal Desa Ampolu, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Supriadi (37) asal Sibolga, akan diserahkan kepada keluarga yang kini sedang dalam perjalanan menuju Nias.
(rul/try)











































