Bupati Ujang Iskandar dan 3 Nelayan Diangkat Jadi Anggota Kehormatan Basarnas

Tragedi AirAsia

Bupati Ujang Iskandar dan 3 Nelayan Diangkat Jadi Anggota Kehormatan Basarnas

- detikNews
Rabu, 15 Apr 2015 12:13 WIB
Bupati Ujang Iskandar dan 3 Nelayan Diangkat Jadi Anggota Kehormatan Basarnas
Jakarta - Pemda dan warga Kotawaringin Barat (Kobar), khususnya Pangkalan Bun dan nelayan Teluk Kumai banyak berjasa dalam proses SAR Pesawat AirAsia QZ8501. Basarnas pun memberikan gelar anggota kehormatan baik untuk Bupati Kobar, Ujang Iskandar, dan beberapa orang lainnya.

Pengangkatan warga kehormatan berdasarkan Keputusan Kabasarnas Marsdya FHB Soelistyo. Adapun gelar kehormatan diberikan kepada Ujang Iskandar, Wagub Kalteng Ahmad Diran, Kapolda Kalteng Brigjen Pol Bambang Hermanu, serta 3 nelayan yang menjadi saksi kunci proses pencarian dan evakuasi yaitu Darsono, Efendi, Rachmat.

Selain mendapat atribut Basarnas seperti rompi, anggota kehormatan mendapat piagam. Mereka berhak menggunakan atribut tersebut dalam acara-acara yang diadakan Basarnas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya salut dan terima kasih kepada semua pihak. Banyak sekali kata-kata yang tidak bisa keluar dari mulut saya, banyak sekali yang membantu TNI/Polri, tokoh masyarakat. Yang saya petik dari pelajaran ini adalah keberanian nelayan untuk melaporkan," ungkap Soelistyo dalam acara yang digelar di Kantor Bupati Kobar, Jl Sutan Sjahrir, Pangkalan Bun, Rabu (15/4/2015).

"Tidak semua orang mau peduli. Tidak semua orang mau melaporkan. Pak Darsono, Pak Efendi, Pak Rachmat memiliki kepedulian. Basarnas tidak bisa sendiri dalam bekerja. Dengan (insiden) AirAsia kita bisa melihat kegotongroyangan, kepedulian," sambungnya.

Kelanjutan dari SAR AirAsia ini, Basarnas pun lantas membangun Pos SAR Kotawaringin Barat yang terletak di dekat Kantor Bupati. Harapannya adalah agar Basarnas bisa memberikan bantuan sedini mungkin kepada warga setempat dan sekitarnya jika membutuhkan pertolongan SAR.

"Terima kasih karena Basarnas boleh bangun Pos di sini, menyediakan tempat di sini. Ke depan supaya bisa menjamin keselamatan warga," tutur Marsekal Bintang 3 itu.

Pada kesempatan ini, AirAsia pun memberikan cinderamata sebagai simbol penghargaan bagi semua pihak yang membantu proses pencarian korban pesawat jenis Airbus A-320 itu. Penghargaan berupa miniatur pesawat AirAsia Indonesia.

Mereka yang mendapat cinderamata adalah Bupati Kotawaringin Barat, Wagub Kalteng, negara yang memberikan bantuan dalam proses SAR yang diwakilkan oleh pihak Kedubes, serta unsur-unsur lainnya. Sementara itu bagi 3 nelayan yang menjadi saksi kunci proses SAR yakni Darsono, Efendi, dan Rachmat, AirAsia memberikan piagam penghargaan dan uang.

"Saya senang dapat membantu," ucap Darsono usai pemberian penghargaan.

Bupati Ujang Iskandar juga memberikan bantuan berupa peralatan menyelam bagi nelayan-nelayan yang menjadi penyelam tradisional saat membantu proses evakuasi. Pihak Pemda Kobar juga akan membangun monumen keselamatan penerbangan di Pantai Kumai sebagai peringatan atas insiden jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 yang merenggut 162 nyawa tersebut.


(ear/aan)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini