PM Norwegia Sambangi dan Berkeliling Masjid Istiqlal

PM Norwegia Sambangi dan Berkeliling Masjid Istiqlal

- detikNews
Rabu, 15 Apr 2015 12:01 WIB
PM Norwegia Sambangi dan Berkeliling Masjid Istiqlal
Jakarta - Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg bertandang ke Masjid Istiqlal, Jakarta. Ikut mendampingi Solberg, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Sedang di Istiqlal, PM Solberg diterima Ketua Umum MUI Din Syamsuddin dan Imam Besar Masjid Istiqlal Ali Mustafa Yaqub.

Seperti yang disampaikan menurut Kementerian LHK dalam keterangan pers, Rabu (15/4/2015). PM Norwegia Erna Solberg diajak berkeliling oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Ali Mustafa Yaqub untuk melihat kemegahan Masjid Istiqlal yang merupakan masjid terbesar ketiga di dunia setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.

PM Norwegia Erna Solberg dalam kunjungan ini menyampaikan pujian atas toleransi antar umat beragama di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya bisa melihat Gereja Katedral di seberang jalan dari Masjid Istiqlal. Seluruh dunia bisa belajar dari Indonesia tentang indahnya toleransi antar umat beragama," terang Solberg.

Selama di Indonesia, PM Norwegia dijadwalkan menghadiri beberapa agenda di mana salah satunya adalah blusukan mengunjungi lokasi Suku Anak Dalam di Muara Bungo di Jambi, Rabu dan Kamis (15-16/4).

Sedang Menteri LHK Siti Nurbaya menyatakan bahwa kunjungan resmi PM Norwegia ke Indonesia ini merupakan agenda internasional dengan mengedepankan kepada komitmen perubahan iklim dan emisi gas rumah kaca. PM Norwegia ingin melihat secara langsung implementasi program dan kebijakan REDD+ di Indonesia yang menunjukkan performa yang sangat bagus.

Menteri LHK juga menyampaikan bahwa komitmen internasional tentang perubahan iklim tetap sejalan dengan komitmen pemerintahan Presiden Joko Widodo yaitu keberpihakan kepada rakyat melalui program Hutan Desa maupun Hutan Adat. Melalui keputusan MK nomor 35 tahun 2012 yang menegaskan bahwa Hutan Adat bukan milik negara, PM Norwegia ingin melihat secara langsung penerapan kebijakan tersebut terhadap penanganan permasalahan konflik-konflik masyarakat adat dan bagaimana interaksi masyarakat adat dengan hutan sebagai tempat tinggal mereka.

(ndr/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads