Hal itu disampaikan Wakil Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di Djibouti, M Aji Surya dalam keterangannya kepada detikcom, Rabu (15/4/2015) dini hari. Dia mendapatkan SMS langsung dari salah satu pejabat Malaysia.
"Syabas dan tahniah Pak. We are ever grateful to Pak Dubes and your wonderful team. May Allah bless you and Indonesia" ujar Adlan dalam SMS yang dikirimkan kepada Aji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat Malaysia lainnya di Djibouti, Ramlee mengatakan, pemerintah Malaysia sebenarnya ingin menyewa kapal sendiri, namun sampai 13 April 2014 tidak kunjung ada berita positif. Akhirnya, semua mahasiswa Negeri Jiran itu dievakuasi oleh kapal sewaan Indonesia.
"Ini adalah wujud solidaritas dan persaudaraan sesama negara anggota Asean. Indonesia ikhlas membantu," ujar Dubes RI di Ethiopia sekaligus Ketua Tim Indonesia di Djibouti, Imam Santoso.
Kapal Nasr Allah telah tiba di pelabuhan Djibouti pada Selasa 14 April 2015 pagi waktu setempat. Selain mengangkut WNI dan warga Malaysia, kapal sewaan Indonesia itu juga menyelamatkan 3 warga Thailand, 5 warga Amerika Serikat, 4 dan 4 warga Yaman serta 1 warga Saudi Arabia.
"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri saya bila Kerajaan Indonesia tidak membantu. Terima kasih Indonesia," ujar salah satu mahasiswa Malaysia dengan wajah berbinar.
Ke 67 mahasiswa Malaysia itu telah diterbangkan langsung ke Jeddah sebelum dipulangkan ke kampung halamannya. Selama hampir 24 jam mereka melihat bagaimana bendera Merah Putih berkibar berjuang menerjang gelombang lautan untuk menyelamatkan diri mereka dari amukan perang.
(bar/bar)











































