"Kalau di Lapas itu ada wartel khusus pemasyarakatan. Itu yang saya pakai komunikasi sebelumnya," kata Freddy di Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (14/4/2015).
โMelalui Wartel itu, Freddy mengaku mengontak rekannya di Belanda, Laosan alias Boncel, yang merupakan warga negara Belanda. Ia meminta Laosan untuk mengimpor 50 ribu butir ekstaksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pegawai yang dimaksud adalah saudara kandung Freddy, yakni Yanto, Aries dan Latif. Melalui 3 saudaranya itu, direkrutlah pihak lain seperti Gimo, Asun, Henny, Riski, Hadi, Kimung, Andre dan Asiong. Namun Freddy hanya berkomunikasi dengan Yanto, Aries dan Latif.
"โKe pegawai saya yang paling sering. Belanda juga sering. Kebetulan waktu saya diisolasi 1,5 tahun, baru berjalan lagi beberapa bulan ini karena ada penawaran dari mereka (Belanda) narkoba baru dengan jalur baru dari Jerman," ujar Freddy.
"โUntuk ekstaksi kalau nilai uangnya saya nggak begitu anu, tapi penawarannya ke saya. Setahu saya, selama saya diisolasi itu mereka tidak bekerja," tambah Freddy.
Dijelaskan Freddy, ia pun mendapatkan ponsel di dalam lapas dari napi yang hendak bebas. Jual beli ponsel itu disebut Freddy tak diketahui petugas lapas, namun melalui ponsel yang ia beli dari napi yang hendak bebas itu memulai koordinasinya dengan kaki tangannya.
"Saya beli ponsel dari napi yang mau bebas. Itu saya beli dan saya gunakan ketika mau transaksi," ucap Freddy.
Dari Wartel dan ponsel tersebut, Freddy memberikan arahan dan koordinasi kepada Yanto, Aries dan Latif yang merekrut kaki tangan. Tekanan kartel internasional kepada Freddy pun disebutnya terjadi karena pangsa pasar narkoba di Indonesia masih tinggi.
"Indonesia pangsa pasarnya masih tinggi di seluruh kota," ucap Freddy.
Untuk merekrut kaki tangan, saudara Freddy mengelabui calon pegawai dengan kedok garmen. Menurut Freddy, hal itu dilakukan karena tak mudah mencari kurir narkoba profesional.
"Situ saya tawarin jadi kurir saya tidak mungkin mau. Nah itu kita bohongi mereka, dengan ucapan 'sayang' mungkin bisa 'klepek-klepek' dia," kata Freddy.
(vid/fdn)











































