Salah satu rencana pengadaan yang disorot adalah anggaran pengharum ruangan DPR selama satu tahun sebesar Rp 2,3 miliar.
Ada pula anggaran untuk perawatan rusa yang menelan biaya Rp 650 juta selama setahun. Apa penjelasan Sekjen DPR Winantuningtyastiti terkait persoalan ini?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjabarkan soal alat pengharum ini ada 6 item seperti misalnya harus mengisi 1110 ruangan yang ada di komplek parlemen selama setahun.
Kemudian, ada jenis pengharum urinoir untuk 385 ruangan perbulan untuk setahun. Ada juga handuk tisu beserta tempatnya sebanyak 242 unit untuk setahun.
"Ada juga cairan pembersih untuk dudukan closet sebanyak 112 dikali 12 bulan (setahun). Pengharum untuk acara pidato kenegaraan presiden itu kan 4 kali dalam setahun. Tempat pembalut wanita 163 ada juga, tapi tidak semua ruangan," jelas Win.
Lanjutnya, dia menjelaskan rencana umum pengadaan barang dan jasa tahun 2015 sudah disesuaikan dengan perencanaan. Penyajian anggaran yang ditampilkan dalam situs merupakan pagu dan hal tersebut dilakukan sebagai bentuk transparansi.
"Sebagai bentuk transparansi kami sudah melakukan itu. Jadi, rencana umum pengadaan dimana nilai angkanya rencana. Perencanaan nggak mungkin ngawur karena niat kita baik. Jadi tidak mungkin ada perencanaan yang asal-asalan," tegasnya.
Soal anggaran pengharum ruangan parfum yang melonjak dibandingkan tahun lalu, ia juga punya jawabannya. Menurut dia, lonjakan anggaran ini karena jumlah ruangan di komplek parlemen, Senayan sudah bertambah.
"Ya anggaran beda itu karena jumlah ruangan bertambah. Jadi, anggaran cukup bertambah. Jumlahnya jadi berlipat-lipat," sebutnya.
Terkait anggaran perawatan rusa, ada Rp 551 juta yang merupakan hasil lelang. Sebelumnya, dalam pagu perencanaan tercantum Rp 650 juta.
Win menjelaskan Rp 551 juta ini digunakan selama setahun untuk pemeliharaan rusa termasuk perawatannya seperti biaya makan, jasa dokter hewan, serta gaji lima petugas.
"Hasil lelang ini untuk satu tahun yaitu pemeliharaan, makan, alat pendukung rusa. Ada Dokter 1 yang berkunjung seminggu dua kali, penjaga 5 orang. Pakannya ada dedak, ubi, wortel, 2kali sehari dikasih makan," tuturnya.
(hat/fdn)










































