Seperti yang diusulkan oleh pengguna setia TransJ, Made. Menurutnya ada beberapa tahapan agar kondisi TransJ bisa lebih baik, yakni soal perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM) di mana pengelolaan TransJ harus transparan dan profesional. Dengan SDM berkualitas maka etos kerja sesuai yang diharapkan dan bisa melakukan perubahan yang lebih baik.
Selain itu perbaikan itu terkait soal keamanan, kesejahteraan/reward, sanksi, dan pengelolaan armada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Made mengusulkan agar ada waktu yang pasti untuk pergantian armada, misalnya setiap armada yang sudah berumur 5 tahun ini wajib diganti. "Kenapa 5 tahun, karena agar tidak banyak melakukan maintenance," ucapnya.
Setiap armada yang keluar dari pool seharusnya dicek tentang kelengkapan surat-surat kendaraan, fungsi rem, fungsi mesin dan elektrik. "Pastikan per 15.000 km diservis rutin ke bengkel resmi ATPM," kata Made.
Hendra berharap bus TransJ yang ditumpanginya sehari-hari tidak selalu penuh dan pengap karena banyaknya penumpang. Hendra mengusulkan pihak pengelola membatasi penumpang yang naik di setiap halte.
"Teknisnya kapasitas TransJ misalnya 100 orang dibagi 12 halte pemberhentian. Jadi TransJ menaikkan penumpang di setiap halte pemberhentian berjumlah 8 orang," sarannya.
Anda punya solusi lain terkait masalah ini? Silakan berbagi ide ke masalahsolusi@detik.com dengan subject masalah dan solusi. Jangan lupa sertakan kontak Anda.
Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.
(slm/try)










































