Hampir semua menu makanan dan minuman di kedai ini telah diganti. "Pengunjung tidak berkurang, masih seperti biasanya," ujar salah satu pegawai Kedai 24 bernama Joy kepada detikcom di cabang kedai 24 di kawasan Babarsari, Yogyakarta, Selasa (15/4/2015).
Sore ini kedai berkelas mahasiswa ini memang tak begitu ramai. Ada sekitar 7 meja terisi pengunjung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum ada perubahan, karyawan kedai biasa disebut PSK yang merupakan singkatan dari Punggawa Setia Kedai. Selain itu, nama menunya cukup vulgar, seperti Pelacur yang berarti Pemusnah Lapar Rasional dan Masturbasi (Mie Nasi Telur Bercampur dalam Satu Porsi). Ada juga nasi goreng Gigolo (Gerombolan nasi Goreng sesuka Lo), dan lain-lain.
Nama menu tersebut mengundang protes berbagai pihak. Salah satunya dari Forum Komunikasi Psikologi Puskesmas se-Kabupaten Sleman. Oleh polisi, forum tersebut dan pemilik kedai dipertemukan secara tertutup, Senin (30/4). Akhirnya disepakati menu kedai harus diubah 2 pekan terhitung sejak pertemuan itu atau batas akhirnya Senin (14/4) kemarin.
(sip/try)











































