Kapolsek Rappocini Ade Hermanto yang dihubungi detikcom menyebutkan pihaknya belum menyimpulkan penyebab kematian korban karena anggotanya masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan terkait kasus penemuan jenazah pria yang akrab disapa Asha Ray. Pihaknya akan memeriksa rekaman CCTV di sekitar gedung Menara Phinisi
"Kami akan meminta rekaman CCTV di kampus UNM. Kita akan cocokkan dengan laporan keluarganya yang menyebutkan korban tinggalkan rumah pada hari Sabtu dini hari. Kami juga belum mengambil keterangan keluarganya karena masih dalam keadaan berduka," ujar Ade, Selasa (14/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban tidak diautopsi karena pihak keluarga menolak. Sementara ini belum bisa disimpulkan motif dan penyebab kematiannya. Setelah data lengkap baru akan diekspos," pungkas Ade.
Sementara itu, menurut dokter forensik RS Bhayangkara yang melakukan visum pada jasad korban, Kompol dr Mauluddin Mansur Sp.F pada detikcom menyebutkan bahwa korban mengalami luka di kepala dan kedua kaki patah akibat terjatuh dan diperkirakan sudah meninggal sejak dua hari lalu.
"Penyebab kematian dan motifnya belum diketahui," tandas Mauluddin.
Jenazah Asha yang juga alumni jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin, angkatan 2000 yang juga dikenal sebagai penulis novel dan cerpen ini sudah dikebumikan pihak keluarganya di Taman Pemakaman Islam Sudiang pagi tadi.
(mna/try)











































