Polri Incar Oknum Lapas yang Bantu Freddy Budiman Kelola Jaringan Narkoba

Polri Incar Oknum Lapas yang Bantu Freddy Budiman Kelola Jaringan Narkoba

- detikNews
Selasa, 14 Apr 2015 15:34 WIB
Polri Incar Oknum Lapas yang Bantu Freddy Budiman Kelola Jaringan Narkoba
Freddy Budiman
Jakarta - Ditipid Narkoba Bareskrim Polri mengungkap jaringan narkoba Freddy Budiman yang memiliki pabrik dan 50 ribu butir ekstaksi. Freddy berada di Nusakambangan saat proses pengungkapan ini berlangsung.

Oleh karena itu, penyidik Polri tengah mengincar oknum pegawai Ditjen Pemasyarakatan yang membantu Freddy mengelola jaringannya dari balik jeruji. Padahal hak berkomunikasi Freddy telah dicabut oleh negara, tapi masih bisa menggunakan fasilitas Wartel dan menyembunyikan ponsel di Nusakambangan.

"‎Kita akan koordinasi dengan pihak lapas dan Kejagung untuk tindaklanjutnya. Keterlibatan oknum ini bisa saja jadi proses yang menghalangi," kata Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso di Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (14/4/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyidik mendapati jaringan Freddy mendatangkan 50 ribu pil ekstaksi dari Belanda melalui Jerman dan Pakistan, dengan kemasan makanan ringan berbahasa Belanda. Pengiriman dilakukan melalui Pos, sehingga penyidik turut mencurigai adanya oknum Pos yang terlibat.

"Ini melibatkan oknum pegawai Pos karena ini dikirim menggunakan Pos. Modus operandi selalu berubah dan perkembangan teknologi dan transportasi yang semakin canggih sehingga bisa lolos," ujar Waseso.

‎Waseso membantah berhasil masuknya 50 ribu butir pil ekstaksi dari Belanda untuk jaringan Freddy sebagai kelalaian petugas Bea Cukai, Imigrasi dan instansi lainnya. Menurut Waseso, semua berawal dari komunikasi Freddy di Nusakambangan ke seorang pemasok WN Belanda bernama Laosan alias Boncel.

"Ini bukan keteledoran, yang jelas kita semua menyelidiki ini semua. Kita lakukan pengawasan lebih ketat, jadi tidak ada lagi oknum-oknum lapas itu bisa ikut dalam jaringan," ucap Waseso.



(vid/fjr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini