"Kami memeriksa nama-nama yang ada di catatan itu. Saat ini, sudah ada orang yang di periksa, tapi tidak bisa kami sebutkan," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Audie Latuheru kepada wartawan di Mapolres Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2015).
Audie menyatakan polisi tak melakukan pemeriksaan secara keseluruhan terhadap nama-nama yang ada di dalam buku catatan itu. Nama yang diperiksa hanya beberapa nama tertentu yang diduga sering berhubungan ataupun berkomunikasi dengan korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buku catatan yang dimaksud polisi terdiri dari dua buku. Buku pertama merupakan buku tamu yang berisi nama teman yang datang berkunjung ke kos Deudeuh. Sementara buku kedua merupakan diari milik Deudeuh.
"Buku tamu dan diari itu yang kita sebut sebagai catatan dia. Di sana, dia menulis hari Senin, Selasa, Rabu, kemudian nama, begitu ya," βkata Audie, Senin (13/4).
(rni/fdn)











































