Sejumlah temuan yang dilansir polisi sejauh ini membuat psikolog forensik Reza Indragiri Amriel bertanya-tanya soal kemungkinan adanya perilaku seks sadis di balik pembunuhan Deudeuh Alfisahrin (26) alias Tata. Apa kata polisi soal ini?
"Bagaimana melihatnya ini secara sadis?" tanya balik Kapolsek Tebet Kompol I Ketut Sudarma saat ditemui di Mapolsek Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2015).
Ketut belum mau membuat kesimpulan apa pun soal dugaan motif pembunuhan terhadap Deudeuh. Proses penyidikan masih berjalan dan tujuh saksi sudah diperiksa, mulai dari pemilik kos, penjaga kos, sampai tukang parkir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian alat kontrasepsi. Alat kontrasepsinya sudah ada yang terpakai juga. Dugaan kami sperma ya. Ini juga dalam pendalaman kami," tegas Ketut.
Ketut juga menegaskan ada temuan luka di kemaluan korban. Namun bukan itu penyebab utama kematiannya.
"Ada seperti itu (luka di kemaluan) tapi penyebab kematian ini sesuai dengan hasil autopsi itu kan karena lemas kekurangan oksigen dalam tubuhnya. Ini dimungkinkan dari adanya jeratan kabel. Seutas kabel yang di leher. Kemungkinan seperti itu," paparnya.
(mad/try)










































