Menduga Motif Pembunuhan Deudeuh, Seks Sadis yang Berujung Fatal?

Pembunuhan Wanita di Tebet

Menduga Motif Pembunuhan Deudeuh, Seks Sadis yang Berujung Fatal?

Nala Edwin - detikNews
Selasa, 14 Apr 2015 13:49 WIB
Menduga Motif Pembunuhan Deudeuh, Seks Sadis yang Berujung Fatal?
Jakarta - Polisi sudah merilis sejumlah temuan forensik terkait kasus pembunuhan Deudeuh Alfisahrin (26) alias Tata alias Mpie. Dari data-data yang ada, mungkinkah pembunuhan terjadi karena seks sadis yang berujung fatal?

Polisi sudah melansir data, jenazah Deudeuh diduga tewas 10-12 jam sebelum ditemukan, pada Sabtu (11/4) malam sekitar pukul 19.00 WIB. Dia tak mengenakan busana, ditutupi bedcover, disumpal kaos kaki dan lehernya terlilit kabel hairdryer.

Tak ada luka lain di tubuh Deudeuh selain lilitan benda tumpul di leher. Hasil pemeriksaan, janda satu anak itu tewas karena kehabisan oksigen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejauh ini, polisi belum mengumumkan ada barang-barang yang hilang dari kamar kos Deudeuh di 'Boarding House' 15C, Tebet, Jaksel. Namun sang penjaga kos menyebut ada ponsel, laptop dan barang perhiasan yang raib.

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel mengajukan sejumlah pertanyaan terkait kasus tersebut. Terutama bila berkaca dari temuan jenazah yang ada sekarang.

"Kalau motif dendam, mengapa tak ada cedera parah pada tubuh korban? Jika sejak awal berencana menghabisi korban, mengapa tidak ada rencana menyembunyikan tubuh? Jika pembunuhan karena terpicu secara tiba-tiba, mengapa sempat mengikat korban? Mengapa tanpa busana?" demikian sejumlah pertanyaan dari Reza, Selasa (14/4/2015).

Reza mempertanyakan apakah bukti ada persenggamaan sebelum tewas. Polisi menyebut ada alat kontrasepsi yang bekas digunakan di lokasi. Spermanya juga masih ada dan bisa dijadikan petunjuk melacak pelaku. Bila benar ada aktivitas seksual, maka ada dugaan lain yang mungkin melatarbelakangi pembunuhan tersebut.

"Mungkinkah praktek sadism (kesenangan seks lewat penyiksaan) yang berakhir fatal? Apalagi mulut korban disumpal. 'Breath play' adalah penyebab utama kematian mereka yang melakukan bondage-sadism-discipline-masochism," duga Reza.

Jenazah Deudeuh kini sudah dimakamkan. Polisi masih melacak pelaku pembunuhnya yang diduga pria terakhir bersamanya di kosan. Sejumlah barang bukti yang diamankan, antara lain buku daftar tamu, buku diary, sidik jari, hingga alat kontrasepsi.

(mad/nwk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini