RS Pasar Rebo Belum Akan Konversi Kelas untuk Pasien DBD
Jumat, 11 Feb 2005 17:06 WIB
Jakarta - RS Pasar Rebo belum akan mengambil kebijakan melakukan konversi kelas untuk menampung pasien demam berdarah dengue (DBD). Meski pasien sampai dirawat di selasar, RS berpendapat jumlah pasien belum membludak. "Kita belum akan menggunakan metode seperti itu (konversi) karena kita anggap jumlah korban belum sampai membludak," kata Manajer Medik RSU Pasar Rebo Dr. Ellen saat ditemui detikcom di RS Pasar Rebo, Jakarta, Jumat (11/2/2005).Saat itu Dr. Ellen ditanya apakah RS Pasar Rebo akan melakukan konversi dengan menurunkan sejumlah kelas RS itu menjadi kelas tiga. Sejumlah RS misalnya RS Budi Asih telah mengambil kebijakan tersebut untuk menampung pasien DBD.RS Pasar Rebo juga tidak menambah tenaga medis ataupun memberlakukan lembur untuk penanganan pasien DBD. "Saat ini dokter maupun perawat masih sanggup untuk menghandel jumlah pasien seperti sekarang ini sehingga belum ada tambahan atau pun kerja lembur," kata Dr Ellen.Hingga kini, RS Pasar Rebo masih merawat 26 pasien DBD. Dari jumlah itu sebanyak 3 pasien dirawat di selasar ruang Melati, ruang untuk kelas tiga. Mereka yakni Edison, Mulyanto dan Roby.
(iy/)











































