Perempuan yang kerap disapa Esti ini lalu berlari dan memanggil rekan-rekannya di pabrik. Karyawan pabrik pun berdatangan.
"Korban bernama Fransiskus Sulistio (30). Dia karyawan PT Victory Chingluh, prusahaan pembuatan sepatu merek terkenal," ujar Kapolsek Pasar Kemis Kompol Afroni Sugiarto kepada detikcom, Selasa (14/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Alfoni, korban yang merupakan warga Kampung Kebon Kalapa, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, ini sudah tidak bernyawa dengan kondisi lidah menjulur keluar. Fransiskus saat itu mengenakan kaus oblong berwarna biru, topi putih, celana panjang hitam dan sepatu kets putih.
Tidak lama berselang, polisi datang dan melakukan olah TKP. "Menurut keterangan saksi-saksi, korban adalah karyawan bagian TPR (produksi) yang masuk kerja mulai pukul 22.30 WIB hingga pukul 06.30 WIB," ungkapnya.
Afroni menambahkan, tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh korban sehingga korban diduga tewas bunuh diri. "Korban diduga gantung diri dengan menggunakan tali tambang yang diikatkan ke batang Pohon Ambon," tuturnya.
Bahkan, lanjut Afroni, Fransiskus diduga menenggak cairan obat pembasmi nyamuk sebelum gantung diriโ. Polisi menemukan botol cairan obat pembasmi nyamuk di lokasi kejadian. "Mulut korban juga mengeluarkan bau cairan obat pembasmi nyamuk," cetusnya.
Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini. Sementara jasad Fransiskus sudah dibawa ke RSCM, Salemba, Jakarta Pusat guna keperluan autopsi.
(mei/aan)











































