Polisi menduga perempuan yang biasa dipanggil 'Tata Chubby' ini dihabisi oleh seorang pria. Jasad Deudeuh ditemukan di 'Boarding House 15 C' yang berlokasi di Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu 11 April 2015.
Di kamar kos bertarif rata-rata Rp 2 juta per bulan itu, polisi menemukan barang bukti antara lain kaos kaki, kabel, bad cover, alat kontrasepsi, dan buku catatan. "Untuk alat itu (kontrasepsi) masih diselidiki kepemilikannya," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Audie Latuheru pada wartawan di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (13/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi juga telah mengambil sidik jari di lokasi pembunuhan. "Kita akan coba mencari siapa saja yang berkaitan dengan itu. Sidik jari sudah kita ambil," jelasnya tanpa mau merinci lebih lanjut sidik jari siapa yang dimaksudkan.
Selain itu, polisi memeriksa buku tamu dan diary Deudeuh. Perempuan yang disebut bekerja sebagai freelance di EO ini rajin menulis nama teman-teman yang berkunjung ke kosnya. Mayoritas teman Deudeuh laki-laki. Sebelum ditemukan tewas, Deudeuh terdengar beradu mulut dengan seorang pria. Pria misterius yang ribut dengan Deudeuh kini diburu polisi.
Berikut 4 barang bukti ini:
1. Sperma di Kontrasepsi
|
|
"Barang-barang yang kami temukan dan kami amankan saat ini, ada kaos kaki, kabel, bad cover, alat kontrasepsi, dan buku catatan," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Audie Latuheru pada wartawan di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (13/4/2015).
Namun Audie mengatakan pihaknya masih belum mengetahui siapa pemilik alat kontrasepsi tersebut. Dirinya juga enggan menjelaskan apakah alat kontrasepsi yang ditemukan masih utuh atau bekas pakai.
"Untuk alat itu (kontrasepsi) masih diselidiki kepemilikannya," jelas dia.
Kapolsek Tebet, Kompol I Ketut Sudarma ketika dikonfirmasi menjelaskan penemuan alat kontrasepsi tersebut. Menurutnya, alat kontrasepsi ini ditemukan dengan kondisi bekas pakai.
"Pihak kepolisian menemukan alat kontrasepsi, ditemukan adanya sperma. Kondisi alat kontrasepsi itu utuh, tidak rusak dan ada sperma di dalamnya," kata dia.
Menurutnya, penemuan alat kontrasepsi tersebut dapat menjadi sebuah petunjuk untuk menyelidiki siapa calon tersangka untuk kasus pembunuhan perempuan beranak satu tersebut.
"Itu nanti akan menjadi petunjuk untuk menyelidiki calon tersangka," pungkasnya.
2. Buku Tamu dan HP
|
|
"Buku tamu dan diary itu yang kita sebut sebagai catatan dia. Di sana, dia menulis hari Senin, Selasa, Rabu, kemudian nama, begitu ya," ujar Kasat Reskrim Mapolres Jaksel, AKBP Audie Latuheru, kepada wartawan di Mapolres Jaksel, Senin (13/4/2015).
Audi tak dapat menjelaskan secara rinci nama siapa saja yang ditulis Tata di buku catatan tersebut, begitu juga dengan nama dan tanggal terakhir Tata mengisi diari miliknya. Namun menurut Audie, Tata memang suka menulis daftar nama teman-teman yang berkunjung ke kosnya.
"Kita tidak akan menyampaikan begitu detail siapa saja. Memang dia suka menulis data-data siapa teman yang datang," jelas Audie.
Polisi pun telah memeriksa beberapa orang saksi terkait kasus pembunuhan ini. Namun belum dapat dipastikan siapa dalang di balik peristiwa tersebut, karena sejumlah barang bukti yang ditemukan di TKP masih terus dipelajari.
"Ada beberapa orang yang menurut perkiraan mungkin saja (menjadi pelaku), tapi kita belum bisa mengerucut pada satu orang. Ada beberapa orang yang sudah kita periksa, kita tidak bisa sampaikan siapa saja," jelasnya.
Audie juga belum mau memperlihatkan penampakan atau foto dari dua buku catatan (buku tamu dan diari) milik Tata yang ditemukan di TKP. "Untuk foto, masih terlalu mentah untuk dilihat, semua masih diselidiki," pungkasnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga akan memeriksa handphone milik korban yang dibawa oleh pelaku. Pihak kepolisian juga mempelajari latar belakang korban, untuk mengetahui ada-tidaknya dengan peristiwa pembunuhan terhadap korban.
"Itu masih dalam penyelidikan kami, profil korban juga masih dalam pendalaman kami," imbuhnya.
Tata ditemukan tewas di kamar kostnya pada Sabtu (11/4). Saat ditemukan tewas, lampu kamarnya dalam keadaan menyala sementara pintu kamarnya terkunci rapat.
Saat ditemukan, korban dalam keadaan telanjang tertutup bedcover dan lehernya terjerat kabel hair dryer. Korban diduga tewas dicekik pelaku.
3. Sidik Jari
|
|
"Keributan mungkin memicu terjadinya pembunuhan," ujar Kasat Reskrim Mapolres Jakarta Selatan, AKBP Audie Latuheru kepada wartawan di Mapolres Jaksel, Senin (13/4/2015).
Menurut keterangan para saksi pada Jumat (10/4) malam sebelum Tata ditemukan tewas, tetangga kosan mendengar suara pria dari kamar wanita cantik itu. Saat itu terdengar mereka sedang beradu mulut.
Audie mengatakan, hal tersebut masih terus diselidiki oleh polisi. Termasuk sidik jari yang sudah ditemukan di lokasi pembunuhan.
"Kita akan coba mencari siapa saja yang berkaitan dengan itu. Sidik jari sudah kita ambil," jelasnya tanpa mau merinci lebih lanjut sidik jari siapa yang dimaksudkan.
Tata ditemukan tewas di kamar kosnya pada Sabtu (11/4/2015) lalu sekitar pukul 19.00 WIB. Sehari sebelumnya ada suara ribut-ribut di kamar tersebut.
4. Identitas Pria Terakhir
|
|
"Pelakunya laki-laki. Diduga kuat dia pelakunya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Martinus Sitompul kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/4/2015).
Menurut keterangan para saksi, Jumat (10/4) malam sebelum Tata ditemukan tewas, para tetangga kosan mendengar suara seorang pria dari balik kamar Tata. Saat itu, Tata dan pria tersebut terdengar beradu mulut.
"Ada suaranya, suara laki-laki," ungkapnya.
Saat ini polisi masih mencari identitas pelaku tersebut, di antaranya dengan mempelajari buku catatan harian Tata yang berisikan nama-nama lelaki yang pernah mengencaniinya itu.
"Untuk CCTV, kos tersebut tidak memasang CCTV," imbuhnya.
Buku harian dan catatan tamu Tata menjadi salah satu petunjuk polisi dalam mengungkap misteri pembunuhan ini. Aktivitas Tata di media sosial juga dipantau. Termasuk mencari siapa saja kemungkinan orang yang menemuinya di hari pembunuhan.
Halaman 2 dari 5










































