Anggaran Parfum Ruangan Rp 2,3 M, Fahri: Itu Domainnya Birokrat DPR

Anggaran Parfum Ruangan Rp 2,3 M, Fahri: Itu Domainnya Birokrat DPR

Hardani Triyoga - detikNews
Selasa, 14 Apr 2015 10:30 WIB
Anggaran Parfum Ruangan Rp 2,3 M, Fahri: Itu Domainnya Birokrat DPR
Jakarta - Sekretariat Jenderal DPR membuat rencana umum Pengadaan Barang dan Jasa untuk tahun 2015. Salah satu pengadaan barang yang menarik perhatian adalah anggaran pengharum ruangan DPR selama satu tahun sebesar Rp 2,3 miliar.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal ini. Ia berharap persoalan ini tak salah diartikan dengan mengait-ngaitkan anggaran itu ke anggota DPR, karena anggota dewan tidak terkait dengan operasional gedung.

"Menurut saya ada kesalahan cara memandang. Jadi anggota DPR itu tidak ada bubungannya dengan belanja maintenance gedung. Itu agak jauh, jadi itu bukan concern anggota DPR dan pimpinan, sebab anggota dan pimpinan itu bukan kuasa pengguna anggaran," kata Fahri di Gedung Nusantara III, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pimpinan dan anggota dewan tak bisa memberikan penjelasan terkait persoalan anggaran pengharum ruangan. Begitupun soal biaya makan dan perawatan rusa di kebun mini DPR. Dia tak menginginkan publik salah memandang DPR dengan adanya sejumlah operasional item anggaran ini.

"Jadi keliru kalau nanya ke saya dan itu murni dengan biaya pemeliharaan yang domainnya ada pada birokrasi DPR. Tentu kita nggak tahu menahu. Tolong jangan dinisbatkan ke anggota karena nanti Anda mengulang masalah yang sama memandang DPR dengan cara yang salah," sebutnya.

"Nggak ngurus, masa saya ngurus makan rusa terus pengharum ruangan, nggak ada urusannya sama kita. Sudah ada petugasnya," kata politisi PKS itu.

Dia pun menekankan tidak fair jika soal anggaran diklarifikasi ke pimpinan serta anggota dewan. Ia mencontohkan persoalan ini sama saja dengan Presiden kalau ditanya soal operasional biaya helikopter serta pengamanan, maka tidak akan bisa memberi penjelasan.

"Ya itu lah Anda nanya ke saya lagi, saya nggak paham. Nanti Sekjen yang beri keterangan. Tapi tolong jangan DPR sebagai anggota lembaga karena nggak ada urusannya sama kita. Anda kalo tanya biaya helikopter ke Presiden, biaya pengamanan presiden ya pusing dong, dia nggak bisa ngurusin negara kalau gitu," katanya.

Sebelumnya, dalam pengadaan barang dan jasa untuk biro pemeliharaan bangunan dan instalasi DPR RI yang dilihat dari layanan pengadaan secara elektronik, Senin (13/4), total anggaran mencapai sekitar Rp 80,4 miliar. Sementara untuk total anggaran rencana pengadaan barang dan jasa di tahun 2015 adalah sebesar Rp 996.876.161.418.

(hat/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads